BEI Pangkas Target Emiten Baru di Tahun Depan
Rabu, 03 Desember 2014 - 11:48 WIB
BEI Pangkas Target Emiten Baru di Tahun Depan
A
A
A
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memangkas jumlah perusahaan tercatat (emiten) pada tahun depan dari 35 perusahaan menjadi hanya 32 perusahaan.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Ito Warsito mengatakan, dikurangi target emiten baru pada 2015 berdasarkan permintaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lantaran dinilai terlalu tinggi, mengingat realisasi tahun ini meleset dari target.
"OJK ingin menurunkan target perusahaan yang IPO pada tahun depan dari 35 menjadi 32 perusahaan," kata dia di Gedung BEI Jakarta, Rabu (3/12/2014).
Dengan target revisi itu, dia meyakini bisa mencapainya karena ekonomi pada tahun depan diperkirakan akan lebih baik dibanding tahun ini. BEI, kata dia, akan terus mendorong makin banyak jumlah perusahaan tercatat.
Sementara jumlah emiten baru tahun ini meleset dari target sebanyak 30 emiten baru. Hingga Desember ini, jumlah emiten baru hanya 20 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di lantai Bursa.
Ito menuturkan, belum tercapainya target 30 emiten baru pada tahun ini karena ada perusahaan yang menunda aksi rencana untuk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di 2014.
"Ada 10 perusahaan yang menunda IPO-nya pada tahun ini menjadi tahun depan," ujarnya.
Dia menjeaskan, sejumlah perusahaan menunda IPO pada tahun ini karena beberapa alasan, seperti kondisi politik di Indonesia yang tidak stabil seirng perhelatan pemilihan umum (pemilu) pertengahan tahun ini.
"Situasi politik pilpres, parlemen membuat perusahaan mengundurkan IPO-nya. Buat BEI, ya wewenang sepenuhnya perusahaan untuk IPO, kita tidak bisa memaksa tapi mengajak bisa," pungkasnya.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Ito Warsito mengatakan, dikurangi target emiten baru pada 2015 berdasarkan permintaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lantaran dinilai terlalu tinggi, mengingat realisasi tahun ini meleset dari target.
"OJK ingin menurunkan target perusahaan yang IPO pada tahun depan dari 35 menjadi 32 perusahaan," kata dia di Gedung BEI Jakarta, Rabu (3/12/2014).
Dengan target revisi itu, dia meyakini bisa mencapainya karena ekonomi pada tahun depan diperkirakan akan lebih baik dibanding tahun ini. BEI, kata dia, akan terus mendorong makin banyak jumlah perusahaan tercatat.
Sementara jumlah emiten baru tahun ini meleset dari target sebanyak 30 emiten baru. Hingga Desember ini, jumlah emiten baru hanya 20 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di lantai Bursa.
Ito menuturkan, belum tercapainya target 30 emiten baru pada tahun ini karena ada perusahaan yang menunda aksi rencana untuk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di 2014.
"Ada 10 perusahaan yang menunda IPO-nya pada tahun ini menjadi tahun depan," ujarnya.
Dia menjeaskan, sejumlah perusahaan menunda IPO pada tahun ini karena beberapa alasan, seperti kondisi politik di Indonesia yang tidak stabil seirng perhelatan pemilihan umum (pemilu) pertengahan tahun ini.
"Situasi politik pilpres, parlemen membuat perusahaan mengundurkan IPO-nya. Buat BEI, ya wewenang sepenuhnya perusahaan untuk IPO, kita tidak bisa memaksa tapi mengajak bisa," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :