Bidik Pasar Internasional KBRI Alokasikan Dana Rp540 M
Rabu, 03 Desember 2014 - 18:26 WIB
Bidik Pasar Internasional KBRI Alokasikan Dana Rp540 M
A
A
A
JAKARTA - PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI) mengalokasikan belanja modal sebesar USD45 juta atau setara Rp540 miliar (Rp12.000/USD) untuk menggenjot pangsa pasar internasional.
Direktur Keuangan Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Rizalsyah Riezky mengatakan belanja modal tersebut akan disuntikan melalui anak usaha perseroan yaitu PT Kertas Basuki Rachmat.
"Alokasi belanja modal tersebut sebagai langkah signifikan peseroan dalam meraih pasar internasional, di samping memperkuat pasar lokal," kata Rizal dalam rilisnya, Rabu (3/12/2014).
Sebagai catatan, emiten produksi kertas tersebut telah mendapatkan fasilitas kredit sindikasi sebesar USD70 juta. Adapun bank yang tergabung dalam sindikasi itu antara lain PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank QNB Kesawan dan PT Bank Exim Indonesia. Fasilitas itu terdiri dari kredit tenor lima tahun senilai USD45 juta dan kredit revolving senilai USD25 juta.
Pinjaman ini akan digunakan untuk mengembangkan usaha perseroan. KBRI akan menyelesaikan pembangunan mesin kertas PM 3 (Paper Machine 3). PM 3 memiliki kapasitas produksi terpasang sampai dengan 260 ribu ton per tahun. PM 3 ini akan mendukung kerja PM 4 yang mempunyai kapasitas 18 ribu ton.
"Penyelesaian pembangunan Paper Machine 3 juga akan menjadi sebuah momentum kebangkitan KBRI menjadi perseroan yang lebih baik di masa mendatang,” ungkapnya.
Untuk diketahui, sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,72 miliar atau merosot dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu diangka Rp10,5 miliar.
Dampak dari belum maksimalnya produksi KBRI, membuat perseroan masih menanggung rugi bersih sekitar Rp20,8 miliar hingga kuartal III/2014 dengan kerugian pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp13,3 miliar.
Direktur Keuangan Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Rizalsyah Riezky mengatakan belanja modal tersebut akan disuntikan melalui anak usaha perseroan yaitu PT Kertas Basuki Rachmat.
"Alokasi belanja modal tersebut sebagai langkah signifikan peseroan dalam meraih pasar internasional, di samping memperkuat pasar lokal," kata Rizal dalam rilisnya, Rabu (3/12/2014).
Sebagai catatan, emiten produksi kertas tersebut telah mendapatkan fasilitas kredit sindikasi sebesar USD70 juta. Adapun bank yang tergabung dalam sindikasi itu antara lain PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank QNB Kesawan dan PT Bank Exim Indonesia. Fasilitas itu terdiri dari kredit tenor lima tahun senilai USD45 juta dan kredit revolving senilai USD25 juta.
Pinjaman ini akan digunakan untuk mengembangkan usaha perseroan. KBRI akan menyelesaikan pembangunan mesin kertas PM 3 (Paper Machine 3). PM 3 memiliki kapasitas produksi terpasang sampai dengan 260 ribu ton per tahun. PM 3 ini akan mendukung kerja PM 4 yang mempunyai kapasitas 18 ribu ton.
"Penyelesaian pembangunan Paper Machine 3 juga akan menjadi sebuah momentum kebangkitan KBRI menjadi perseroan yang lebih baik di masa mendatang,” ungkapnya.
Untuk diketahui, sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,72 miliar atau merosot dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu diangka Rp10,5 miliar.
Dampak dari belum maksimalnya produksi KBRI, membuat perseroan masih menanggung rugi bersih sekitar Rp20,8 miliar hingga kuartal III/2014 dengan kerugian pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp13,3 miliar.
(gpr)
Lihat Juga :