IHSG Diprediksi pada Kisaran 5.118-5.198
Kamis, 04 Desember 2014 - 08:38 WIB
IHSG Diprediksi pada Kisaran 5.118-5.198
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari keempat pekan ini diprediksi akan bergerak variatif (mixed), namun dengan kecenderungan positif.
"IHSG masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Indeks akan bergerak di rentang resistance 5.198 dan support 5.118," kata analis teknikal Mandiri Sekuritas Ayyyi Achmad Hidayah, Kamis (4/12/2014).
IHSG sendiri masih diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah tipis ke level 5.166.
Adapun sentimen dari Amerika Serikat (AS) mendorong kenaikan. Pasar saham AS kembali mencetak rekor tertingginya, seiring ekspektasi positif data tenaga kerja dan beban operasional yang tetap rendah.
Indeks Dow Jones Industrial Avg naik 0,18%, sementara indeks S&P500 menguat 0,38% pada penutupan perdagangan semalam.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham turut dipengaruhi sentimen positif bursa global. Apresiasi pasar saham Asia pagi ini ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang yang menguat 0,68% dan indeks KOSPI Composite yang naik 0,62%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas kembali melemah. Harga minyak mentah WTI turun 0,01% ke level USD67,37 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi 0,07% ke posisi USD1.207,80 per ons troi.
Dari dalam negeri, target perusahaan tercatat (emiten) baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) tak tercapai di tahun ini. Akibatnya, manajemen BEI mengkaji pencapaian emiten baru untuk tahun depan.
Awalnya, BEI yakin menggandeng 35 perusahaan menjadi emiten baru. Namun target itu direvisi menjadi 32 emiten karena otoritas bursa melihat pasar tahun depan masih dalam tahap pemulihan.
"IHSG masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Indeks akan bergerak di rentang resistance 5.198 dan support 5.118," kata analis teknikal Mandiri Sekuritas Ayyyi Achmad Hidayah, Kamis (4/12/2014).
IHSG sendiri masih diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah tipis ke level 5.166.
Adapun sentimen dari Amerika Serikat (AS) mendorong kenaikan. Pasar saham AS kembali mencetak rekor tertingginya, seiring ekspektasi positif data tenaga kerja dan beban operasional yang tetap rendah.
Indeks Dow Jones Industrial Avg naik 0,18%, sementara indeks S&P500 menguat 0,38% pada penutupan perdagangan semalam.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham turut dipengaruhi sentimen positif bursa global. Apresiasi pasar saham Asia pagi ini ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang yang menguat 0,68% dan indeks KOSPI Composite yang naik 0,62%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas kembali melemah. Harga minyak mentah WTI turun 0,01% ke level USD67,37 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi 0,07% ke posisi USD1.207,80 per ons troi.
Dari dalam negeri, target perusahaan tercatat (emiten) baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) tak tercapai di tahun ini. Akibatnya, manajemen BEI mengkaji pencapaian emiten baru untuk tahun depan.
Awalnya, BEI yakin menggandeng 35 perusahaan menjadi emiten baru. Namun target itu direvisi menjadi 32 emiten karena otoritas bursa melihat pasar tahun depan masih dalam tahap pemulihan.
(rna)
Lihat Juga :