Tekanan USD Berkurang, Rupiah Berakhir di Rp12.309/USD
Kamis, 04 Desember 2014 - 16:33 WIB
Tekanan USD Berkurang, Rupiah Berakhir di Rp12.309/USD
A
A
A
JAKARTA - Tekanan dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah pada perdagangan hari berkurang seiring berhasil positifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp12.309 per USD. Posisi tersebut terdepresiasi 8 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp12.301 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.310 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp12.299 per USD dan terlemah di level Rp12.338 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp12.309 per USD, dengan kisaran harian Rp12.300-Rp12.360 per USD. Posisi tersebut melemah 6 poin dibanding penutupan hari sebelumnya Rp12.303 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp12.313 per USD. Posisi tersebut memburuk 5 poin dibanding penutupan hari sebelumnya Rp12.308 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.318 per USD. Posisi ini melemah 23 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya Rp12.295 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini masih tertekan terapresiasinya USD. Namun menguatnya IHSG mengurangi tekanan USD terhadap rupiah.
"IHSG di zona hijau yang terimbas sentimen positif dari penutupan bursa Wall Street memberi dampak positif terhadap pergerakan rupiah," kata dia, Kamis (4/12/2014).
Sementara IHSG sore ini ditutup berhasil kembali ke zona hijau seiring positifnya bursa Asia. IHSG terkerek 11,12 poin atau 0,22% ke level 5.177,16.
(Baca: Rupiah Siang Ini Merosot ke Rp12.320/USD)
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp12.309 per USD. Posisi tersebut terdepresiasi 8 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp12.301 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.310 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp12.299 per USD dan terlemah di level Rp12.338 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp12.309 per USD, dengan kisaran harian Rp12.300-Rp12.360 per USD. Posisi tersebut melemah 6 poin dibanding penutupan hari sebelumnya Rp12.303 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp12.313 per USD. Posisi tersebut memburuk 5 poin dibanding penutupan hari sebelumnya Rp12.308 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.318 per USD. Posisi ini melemah 23 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya Rp12.295 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini masih tertekan terapresiasinya USD. Namun menguatnya IHSG mengurangi tekanan USD terhadap rupiah.
"IHSG di zona hijau yang terimbas sentimen positif dari penutupan bursa Wall Street memberi dampak positif terhadap pergerakan rupiah," kata dia, Kamis (4/12/2014).
Sementara IHSG sore ini ditutup berhasil kembali ke zona hijau seiring positifnya bursa Asia. IHSG terkerek 11,12 poin atau 0,22% ke level 5.177,16.
(Baca: Rupiah Siang Ini Merosot ke Rp12.320/USD)
(rna)