IHSG Diprediksi pada Kisaran 5.118-5.250
Senin, 08 Desember 2014 - 08:41 WIB
IHSG Diprediksi pada Kisaran 5.118-5.250
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini diprediksi akan bergerak variatif (mixed) dengan kecenderungan menguat.
"IHSG akan bergerak pada rentang resistance 5.250 dan support 5.118," kata analis teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Senin (8/12/2014).
Dia mengatakan, IHSG diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan pekan lalu, IHSG ditutup menguat ke level 5.187. Sementara potensi penguatan didukung positifnya pasar saham Amerika Serikat (AS).
Pasar saham AS melanjutkan penguatan seiring dengan kenaikan nilai tukar dolar AS (USD) terhadap mata uang dunia. Kenaikan ditunjukkan oleh indeks Dow Jones Industrial Avg dan indeks S&P500 yang masing-masing menguat 0,33% dan 0,17% pada akhir pekan lalu.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh resesi ekonomi yang dialami Jepang. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang yang naik 0,46% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang menguat 0,01%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas kembali mengalami koreksi. Harga minyak mentah WTI turun 1,77% ke level USD65,84 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi 1,25% ke posisi USD1.190,40 per ons troi.
Dari dalam negeri, biaya dana (cost of fund) perbankan mulai naik sejalan dengan kenaikan suku bunga acuan (BI rate). Hitungan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) biaya dana mulai naik 3 basis poin (bps) hingga 5 bps, sejak BI rate naik pertengahan November 2014 kemarin.
Di sisi lain, kalangan perbankan juga menanti Rapat Dewan Gur Bank Indonesia (RDG BI) selanjutnya, yang akan digelar pada 11 Desember 2014.
"IHSG akan bergerak pada rentang resistance 5.250 dan support 5.118," kata analis teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Senin (8/12/2014).
Dia mengatakan, IHSG diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan pekan lalu, IHSG ditutup menguat ke level 5.187. Sementara potensi penguatan didukung positifnya pasar saham Amerika Serikat (AS).
Pasar saham AS melanjutkan penguatan seiring dengan kenaikan nilai tukar dolar AS (USD) terhadap mata uang dunia. Kenaikan ditunjukkan oleh indeks Dow Jones Industrial Avg dan indeks S&P500 yang masing-masing menguat 0,33% dan 0,17% pada akhir pekan lalu.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh resesi ekonomi yang dialami Jepang. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang yang naik 0,46% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang menguat 0,01%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas kembali mengalami koreksi. Harga minyak mentah WTI turun 1,77% ke level USD65,84 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi 1,25% ke posisi USD1.190,40 per ons troi.
Dari dalam negeri, biaya dana (cost of fund) perbankan mulai naik sejalan dengan kenaikan suku bunga acuan (BI rate). Hitungan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) biaya dana mulai naik 3 basis poin (bps) hingga 5 bps, sejak BI rate naik pertengahan November 2014 kemarin.
Di sisi lain, kalangan perbankan juga menanti Rapat Dewan Gur Bank Indonesia (RDG BI) selanjutnya, yang akan digelar pada 11 Desember 2014.
(rna)
Lihat Juga :