JK: Indonesia Selalu Buang Waktu Jadi Negara Maju

Senin, 08 Desember 2014 - 11:28 WIB
JK: Indonesia Selalu...
JK: Indonesia Selalu Buang Waktu Jadi Negara Maju
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, Indonesia selama ini selalu membuang waktu untuk menjadi negara maju. Padahal, sumber daya alam (SDA) Indonesia sejak dulu sangat berlimpah dan mampu digunakan untuk menyejahterakan masyarakat.

Dia mengisahkan, Indonesia pada 1960-an telah membuang waktu untuk menjadi negara maju, dengan potensi SDA berupa kayu.

"Kita berkali-kali punya kesempatan maju. Pada tahun 1960-1970an era kayu, banyak semua pengusaha kayu, itu potensinya besar, tapi jutaan pohon kita tebang tanpa ada manfaat. Yang kita dapatkan hanya banjir-banjir sekarang ini. Kita (pengusaha) tinggalkan dosa yang besar," ujar JK saat membuka acara Rapimnas Kadin 2014 di Pullman Hotel, Jakarta, Senin (8/12/2014).

Dia melanjutkan, kesempatan kedua yang disia-siakan Indonesia adalah ketika pengusaha Indonesia banyak yang menggeluti usaha di sektor mineral dan batu bara (minerba) serta minyak dan gas (migas).

"Banyak juga yang jadi pengusaha tambang, sepertinya dulu ini yang paling hebat. Tapi apa sekarang? Lingkungan kita habis seperti sekarang ini," tambahnya.

Karena itu, dia menekankan kepada para pengusaha agar memakai perhitungan proses yang benar dalam menjalankan usahanya. Dengan demikian, potensi SDA yang ada tidak terbuang sia-sia.

"Maka dari itu, kita harus pakai proses, jangan ambil SDA-nya saja. Sama seperti ikan, jangan ambil ikan terus, tapi kita impor juga, habis semua nanti. Kita harus tegas semua. Kita tidak akan mundur untuk pembangunan nasional," tandas JK.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
1 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
2 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
2 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
3 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
3 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved