JK Beberkan Empat Hal Pokok Jadi Pusat Konstruksi
Selasa, 09 Desember 2014 - 12:21 WIB
JK Beberkan Empat Hal Pokok Jadi Pusat Konstruksi
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan, ada empat hal pokok yang menjadi pusat konstruksi.
Dia menyebutkan, empat hal pokok tersebut adalah orang termasuk insinyurnya, peralatan, sistem kerja, dan modal yang cukup. Namun, di antara semua itu, orang beserta kapabilitasnya yang menjadi tumpuan sektor konstruksi.
"Semua bertumpu pada orang. Peralatan dapat dibeli, dump truck mudah sekali dicari karena banyak dikandangkan. Crane banyak karena penurunan tambang. Ini modal pokok yaitu engineering teknologi yang anda kuasai," terangnya di JS Luwansa Hotel, Jakarta, Selasa (9/12/2014).
Menurutnya, seluruh aspek tersebut tidak lepas dari teknologi dan manajerial. Sebab itu, dibutuhkan sistem yang lebih baik untuk mewujudkan hal tersebut.
"Orang tak ingin lagi bikin gedung miring, semua mau rapi, ingin jalan baik tak mau jalan biasa. Dibutuhkan sistem yang lebih baik lagi," tambah dia.
Contohnya, Jepang yang mengerjakan proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Sudirman dan Thamrin. Mereka menutup sebagian jalan, agar pekerjaan tidak mengotori jalan dan menyebabkan kemacetan.
"Kalau kita yang tutup (jalan) pasti ada kotoran dan macet. Ini jalan tak macet dan tak ada lumpur. Kita bisa belajar itu," ujar JK.
Terlebih, teknologi terus berkembang setiap tahun. Setiap lima tahun perkembangannya 100%. "20 tahun lalu bangunan tinggi di Jakarta, crane dari Hyundai, Shimizu, Mitsui, atau apapun sekarang hampir tak ada lagi. Kalau kita belajar, sekarang PP atau total, semua belajar," pungkasnya.
Dia menyebutkan, empat hal pokok tersebut adalah orang termasuk insinyurnya, peralatan, sistem kerja, dan modal yang cukup. Namun, di antara semua itu, orang beserta kapabilitasnya yang menjadi tumpuan sektor konstruksi.
"Semua bertumpu pada orang. Peralatan dapat dibeli, dump truck mudah sekali dicari karena banyak dikandangkan. Crane banyak karena penurunan tambang. Ini modal pokok yaitu engineering teknologi yang anda kuasai," terangnya di JS Luwansa Hotel, Jakarta, Selasa (9/12/2014).
Menurutnya, seluruh aspek tersebut tidak lepas dari teknologi dan manajerial. Sebab itu, dibutuhkan sistem yang lebih baik untuk mewujudkan hal tersebut.
"Orang tak ingin lagi bikin gedung miring, semua mau rapi, ingin jalan baik tak mau jalan biasa. Dibutuhkan sistem yang lebih baik lagi," tambah dia.
Contohnya, Jepang yang mengerjakan proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Sudirman dan Thamrin. Mereka menutup sebagian jalan, agar pekerjaan tidak mengotori jalan dan menyebabkan kemacetan.
"Kalau kita yang tutup (jalan) pasti ada kotoran dan macet. Ini jalan tak macet dan tak ada lumpur. Kita bisa belajar itu," ujar JK.
Terlebih, teknologi terus berkembang setiap tahun. Setiap lima tahun perkembangannya 100%. "20 tahun lalu bangunan tinggi di Jakarta, crane dari Hyundai, Shimizu, Mitsui, atau apapun sekarang hampir tak ada lagi. Kalau kita belajar, sekarang PP atau total, semua belajar," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :