Pengusaha Jasaboga Ekspansi ke Hong Kong dan Taiwan
Rabu, 10 Desember 2014 - 13:36 WIB
Pengusaha Jasaboga Ekspansi ke Hong Kong dan Taiwan
A
A
A
BANDUNG - Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) Rahayu Setyowati mengatakan, produk jasaboga dalam negeri akan berekspansi ke Hong Kong dan Taiwan.
Pihaknya memang mendorong produk jasaboga Indonesia bisa berbicara banyak tidak hanya di Indonesia tetapi juga di level dunia.
Untuk mencapai itu, APJI telah memulai langkah ekspansi bisnis jasaboga ke negara tetangga yakni Brunei Darussalam.
"Di sana kita difasilitasi pihak kedutaan berupa satu area khusus untuk Indonesian store. Dan berbagai macam olahan pangan dari kita akan didagangkan di sana," ungkapnya di sela-sela Rakernas ke-I APJI di Hotel Savoy Homann, Bandung, Rabu (10/12/2014).
Menurut dia, daya saing produk jasaboga Indonesia sedikit demi sedikit akan meningkat seiring berjalannya waktu.
Bahkan, tidak hanya di Brunei, saat ini tengah dijajaki pula pembuatan kawasan serupa di Hong Kong dan Taiwan.
"Kita melakukannya dengan terlebih dahulu berkonsolidasi bersama pemerintahan di sana. Agar kita lebih punya kekuatan dan berkelanjutan dalam berbisnis di luar negeri," tuturnya.
Sementara, terkait dengan sertifikasi halal, sekitar 30%-40% dari 30.000-an anggota APJI diklaim sudah memiliki sertifikat halal.
Hal ini demi menjaga kualitas produk jasaboga di Indonesia agar tidak tergerus arus ekspansi produk luar negeri yang masuk ke Indonesia.
"Sisanya akan terus kita dorong agar masyarakat memiliki kepercayaan yang lebih, terutama dalam keamanan produk jasaboga kita. Setiap saat kita dorong agar seluruh anggota APJI bisa memperoleh sertifikat itu," pungkasnya.
(Baca: Pengusaha Jasaboga Rapatkan Barisan Jelang MEA)
Pihaknya memang mendorong produk jasaboga Indonesia bisa berbicara banyak tidak hanya di Indonesia tetapi juga di level dunia.
Untuk mencapai itu, APJI telah memulai langkah ekspansi bisnis jasaboga ke negara tetangga yakni Brunei Darussalam.
"Di sana kita difasilitasi pihak kedutaan berupa satu area khusus untuk Indonesian store. Dan berbagai macam olahan pangan dari kita akan didagangkan di sana," ungkapnya di sela-sela Rakernas ke-I APJI di Hotel Savoy Homann, Bandung, Rabu (10/12/2014).
Menurut dia, daya saing produk jasaboga Indonesia sedikit demi sedikit akan meningkat seiring berjalannya waktu.
Bahkan, tidak hanya di Brunei, saat ini tengah dijajaki pula pembuatan kawasan serupa di Hong Kong dan Taiwan.
"Kita melakukannya dengan terlebih dahulu berkonsolidasi bersama pemerintahan di sana. Agar kita lebih punya kekuatan dan berkelanjutan dalam berbisnis di luar negeri," tuturnya.
Sementara, terkait dengan sertifikasi halal, sekitar 30%-40% dari 30.000-an anggota APJI diklaim sudah memiliki sertifikat halal.
Hal ini demi menjaga kualitas produk jasaboga di Indonesia agar tidak tergerus arus ekspansi produk luar negeri yang masuk ke Indonesia.
"Sisanya akan terus kita dorong agar masyarakat memiliki kepercayaan yang lebih, terutama dalam keamanan produk jasaboga kita. Setiap saat kita dorong agar seluruh anggota APJI bisa memperoleh sertifikat itu," pungkasnya.
(Baca: Pengusaha Jasaboga Rapatkan Barisan Jelang MEA)
(izz)
Lihat Juga :