Properti di Kawasan Reklamasi untuk Atasi Keterbatasan Lahan

Rabu, 10 Desember 2014 - 16:37 WIB
Properti di Kawasan...
Properti di Kawasan Reklamasi untuk Atasi Keterbatasan Lahan
A A A
PROPERTI dan infrastruktur menjadi salah satu sektor industri paling berkembang selain sektor strategis lainnya.

Lembaga riset properti Jones Lang Lasalle memprediksi, sektor properti akan kembali tumbuh mulai tahun depan. Kebutuhan akan ruang kantor, perumahan, dan pusat perbelanjaan yang saat ini melemah tahun depan akan secara bertahap kembali meningkat. Meski dibayangi perlambatan yang diprediksi akan terus berlanjut hingga akhir 2014, realisasi investasi di sektor properti selama semester I/2014 tercatat Rp9,2 triliun.

Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan, jumlah tersebut berasal dari investasi asing senilai USD403,3 juta. Sedangkan, investasi dalam negeri mencapai Rp4,6 triliun. Seluruh nilai investasi tersebut direalisasikan dalam 180 proyek properti, mencakup perumahan (real estat), kawasan industri, dan perkantoran terkait aktivitas bisnis yang tersebar di kota-kota besar di seluruh Indonesia.

Dalam Seminar Sehari yang digelar oleh majalah Property& Bank bertema “Outlook Properti 2015: Geliat Investasi di Tengah Kelangkaan Lahan “ sejumlah persoalan yang bakal dihadapi para pengembang properti di Indonesia pada masa mendatang yakni terbatasnya lahan. CEO Keller Williams Indonesia Tonny Eddy menyoroti kelangkaan lahan ini dengan banyaknya pembangunan properti yang memiliki hubungan yang erat dengan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2015.

“Saat ini lahan di pusat kota semakin terbatas,” terangnya. Keterbatasan lahan untuk pengembangan properti di Jakarta mendorong developer melakukan reklamasi pantai menjadi daratan.

Direktur Agung Podomoro Land (APL) Matius Jusuf mengatakan, salah satu alternatif untuk mengatasi keterbatasan lahan di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya adalah dengan melakukan reklamasi pantai. Khusus di Jakarta, pengembangan proyek di Jakarta Selatan sudah tidak mungkin lagi karena menjadi daerah resapan air dan penahan banjir.

Anton c
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Pengusaha Properti...
5 Pengusaha Properti Dunia Terkaya
Re/Max Solusi Ajak Generasi...
Re/Max Solusi Ajak Generasi Muda Terlibat dan Investasi Properti
Properti Pulih Lebih...
Properti Pulih Lebih Cepat, Daya Beli Bangkit Lebih Kuat
Diskusi Bedah Potensi...
Diskusi Bedah Potensi Properti di tahun 2022
Pameran Properti di...
Pameran Properti di Surabaya Dorong Gairah Pasar Hunian Awal 2026
7 Alasan Kenapa Harus...
7 Alasan Kenapa Harus Memilih Investasi Properti
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
37 menit yang lalu
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
1 jam yang lalu
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
2 jam yang lalu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
3 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
4 jam yang lalu
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved