Pengalihan Bisnis Gas Pertamina ke PGN Perlu Dikaji

Kamis, 11 Desember 2014 - 09:59 WIB
Pengalihan Bisnis Gas...
Pengalihan Bisnis Gas Pertamina ke PGN Perlu Dikaji
A A A
JAKARTA - Anggota DPR Komisi VII Bobby Rizaldi menolak rencana pengalihan pengelolaan bisnis gas PT Pertamina (persero) ke PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk.

Menurut Bobby, pemerintah gegabah jika niatan pemindahan bisnis gas itu direalisasikan. Harusnya, kata dia, pemerintah harus melalukan kajian terlebih dahulu sebelum membuat keputusan.

"Dua BUMN ini telah mempunyai pasarnya masing-masing," kata Bobby di Jakarta, Kamis (11/12/2014).

Bobby menuturkan, ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan pemerintah. Pertama, kedua belah pihak telah mempunyai infrastruktur jaringan dan distribusi masing-masing, bahkan telah mempunyai pasar masing-masing.

Kedua, dua BUMN telah memiliki sumber gas yang berbeda dan tidak efisien jika disatukan lantaran struktur biayanya tidak sepadan. Tidak hanya itu, pemain tunggal dalam industri hilir rentan membentuk pasar monopoli, yang akan membuat konsumen kehilangan opsi kompetitif dan melanggar Undang-undang persaingan usaha.

"Sebaiknya mereka bikin konsorsium saja melalui anak usaha masing-masing. Jika konsepnya jelas maka bisa dilanjutkan," ujarnya.

Senada dengannya, Direktur Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan bahwa pemeritah gegabah dalam masalah ini. Menurut dia, PGN bisa memerintahkan PGN menyuplai gasnya ke SPBG-SPBG Pertamina yang sudah dibangun Pertamina dan Pertamina harus memberikan izin pembangunan SPBG PGN di lokasi SPBU secara equal bisnis.

Hal itu, kata Mamit, sebagaimana yang dinyatakan Menteri ESDM Sudirman Said bahwa bisnis gas akan dikaji terlebih dahulu.

"Jika Pertamina dan PGN harus bersaing dalam bisnis ini, maka harus diarahkan bersaing secara sehat. Itu karena dua perusahaan ini mempunyai kemampuan dari sisi modal dalam membangun infrastruktur pembuatan SPBG maupun SPBT," tuturnya.

Dengan persaingan yang sehat, masyarakat yang akan menikmati secara keseluruhan. Karena itu, menurut dia, pemerintah dalam hal ini Menteri BUMN harus tegas menyikapi masalah ini dengan benar dan bijaksana, sehingga kedua BUMN bisa bersinergi dan tidak saling menjatuhkan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertagas Uji Coba Alirkan...
Pertagas Uji Coba Alirkan Gas ke BOB Siak Pusako, Ketahanan Energi Riau Makin Andal
Dapat Gas Murah dari...
Dapat Gas Murah dari PGN, Baja Krakatau Steel Bakal Kompetitif
70% LPG Masih Impor,...
70% LPG Masih Impor, Bos Pertamina Menjawab: Sah-sah Saja
Kerahkan Satgas Pengamanan...
Kerahkan Satgas Pengamanan Libur Nataru 2022, PGN Pastikan Kelancaran Distribusi dan Layanan Gas Bumi Nasional
Inovasi Pemasaran, PGN...
Inovasi Pemasaran, PGN Gencarkan Strategi Omnichannel
Pengumuman, PGN Akan...
Pengumuman, PGN Akan Berubah Nama Jadi Pertamina Gas Negara
Berita Terkini
Harga Emas Dunia Mendadak...
Harga Emas Dunia Mendadak Ambles Hari Ini! Investor Ramai-ramai Putar Haluan
32 menit yang lalu
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
1 jam yang lalu
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
1 jam yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
2 jam yang lalu
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
2 jam yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
3 jam yang lalu
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved