Harga Elpiji 3 Kg di Kendal Capai Rp20 Ribu

Sabtu, 13 Desember 2014 - 00:31 WIB
Harga Elpiji 3 Kg di...
Harga Elpiji 3 Kg di Kendal Capai Rp20 Ribu
A A A
KENDAL - Harga elpiji 3 kilogram (Kg) di Kabupaten Kendal mencapai Rp20 ribu per tabung. Padahal, harga dari agen hanya Rp16.500 per tabung.

Tingginya harga elpiji 3 Kg tersebut sebagai dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Di tingkat pengecer harga elpiji melon ini memang bervariasi yakni mulai Rp19 ribu sampai Rp20 ribu.

Dari pantauan KORAN SINDO di SPBU 44 513 21 Gemuh, puluhan pengecer sedang menunggu kedatangan pengirim elpiji melon dari agen. Tiap harinya, pasokan elpiji melon sekitar 260 tabung, dengan harga Rp16.500 per tabung.

Para pengecer sudah berdatangan ke SPBU ini sejak pukul 13.00 WIB, padahal pengirim dari agen baru datang sekitar pukul 15.00 WIB. Untuk itu, mereka menuliskan nama sekaligus jumlah elpiji yang hendal dibeli pada sebuah kertas absen yang disediakan agen.

Salah seorang pengecer, M Mukhlisin,36, mengatakan, pasokan elpiji melon tidak ada masalah, tiap harinya 260 tabung. Namun, bagi pengecer biasanya paling banyak dapat membeli sekitar 5 sampai 10 tabung dari agen.

“Dapatnya tergantung, karena jumlah pengecer yang mengambil di agen sini tidak bisa dipastikan. Rata-rata dapatnya 5 sampai 10 tabung tiap harinya. Saya sendiri mengambilnya dua hari sekali,” kata warga Desa Puguh RT 1 RW 5, Kecamatan Pegandon, Jumat (12/12/2014).

Biasanya, dia menjual ke pelanggan dengan harga Rp19 ribu. Namun, diakuinya, di tingkat pengecer terjadi variasi harga penjualan. Hal itu dikarenakan beberapa faktor di antaranya adanya persaingan antar pengecer, dan jarak tempuh lokasi penjualan eceran dari pengambilan di agen.

“Jadi, ada yang menjualnya rendah supaya lebih laris, sehingga terjadi perbedaan harga. Selain itu, ada wilayah yang jauh dari agen, membuat pengecer menaikkan harga untuk ongkos pengambilan, malahan sampai Rp20 ribu. Kalau saya standar saja yakni Rp19 ribu,” lanjutnya.

Supervisor SPBU 44 513 21 Gemuh, Ahmad Syaifudin menyampaikan, pengecer yang menjadi langganan tetap di SPBU setempat hanya sekitar tiga orang, namun, tiap harinya ada sekitar 30 sampai 40 pengecer yang mengambil elpiji melon.

“Yang tetap hanya sedikit, yang lain datang tidak tentu. Kadang bisa dua atau bahkan seminggu sekali. Harga elpiji melon dari sini Rp16.500 per tabung, mulanya Rp16.000. Mulai naik beberapa pekan lalu,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi banyaknya pengecer, menurutnya, pasokan elpiji melon tersebut dibagi rata. Namun, khusus bagi pelanggan tetap diberikan berapapun jumlah yang ada dibeli.

“Kalau yang sudah langganan dan fokus mengambilnya di sini, kami persilakan mau mengambil berapapun. Sedangkan yang lain, biasanya 5 sampai 10 tabung,” tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
11 menit yang lalu
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
15 menit yang lalu
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
1 jam yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
2 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
3 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved