Sukses Jajal Peruntungan Jadi Pelopor Bisnis Bebek Sangrai

Minggu, 14 Desember 2014 - 14:37 WIB
Sukses Jajal Peruntungan...
Sukses Jajal Peruntungan Jadi Pelopor Bisnis Bebek Sangrai
A A A
SELAIN kaya akan sumber daya alam yang berlimpah, Indonesia juga kaya dengan dunia kulinernya yang memiliki rasa khas dengan rempah asli dari tanah leluhur.

Salah satu sajiannya adalah yang menggunakan bahan dasar bebek, yang gemar disantap oleh masyarakat di Tanah Air, baik dengan dibakar ataupun digoreng.

Namun baru-baru ini terdapat sajian lain dari bebek yang ditekuni oleh Fery Eka Laksmana Hasan. Pria ini menjajal peruntungannya dengan membuat bebek sangrai.

Dia menjelaskan, proses pembuatan bebek sangrai tersebut tidaklah menggunakan minyak. Pria asal Kota Kembang ini menggunakan wajan yang terbentuk dari tanah liat.

"Jadi, kalau kita itu pertama, fokus mulai dari prosesnya tradisional. Kita modelnya disangrai, jadi kita diolah tanpa menggunakan minyak. Jadi, menggunakan wajan yang terbentuk dari tanah liat. Nah, itu salah satu keunikannya. Kita punya masakan khasnya adalah bebek sangrai," ucap dia kepada Sindonews di Universitas Padjajaran, Bandung, Sabtu (13/12/2014).

Pemilik rumah makan Bebek Udig ini telah memulai usahanya sejak 2010. Hal ini dilakukannya lantaran terinsipirasi oleh Kerupuk Melarat yang digoreng menggunakan pasir.

Dia bercerita, Bebek Udig di awal usahanya hanya menggunakan tempat di pinggir jalan dengan bermodal uang Rp20 juta. Namun kini, dirinya telah memiliki dua cabang yang berada di daerah Dago dan Jatinangor.

"Waktu awal saya bikin bebek itu sekitar Rp20 juta. Pokoknya, karena waktu itu tempat masih dipinggir jalan, jadi tidak terlalu mahal," sebutnya.

Saat ini, berkat kegigihan dan ketekunan Fery menjalankan usahanya, diri mampu menjual sekitar 200 hingga 300 porsi per hari dengan harga Rp25.000 per porsi.

Selain melakukan penjualan di dua restoran miliknya, dirinya juga menjajakan bebek sangrai miliknya via online melalui akun Facebook dan Twitter miliknya, dengan harga Rp30.000.

"Kalau online tidak terbatas, kita kan selama orang selama ada pemesanan lewat fanpage kita, lewat Twitter, ya kita layani," jelas dia.

Fery menabahkan, sejak ditonjolkannya bebek sangrai di restoran Bebek Udig miliknya, respon masyarakat sangat luar biasa positif. Terlebih varian bebek sangrai ini dialah yang mempeloporinya.

karena tidak menggunakan minyak, bebek sangrai miliknya pun aman dikonsumsi karena rendah kolesterol. Rasanya pun unik dan lezat.

"Karena kalau bebek goreng atau bakar kan biasa. Sangrai itu kan sesuatu diantara goreng dan bakar, jadi rendah kolestrol sudah pasti. Ktika disangrai kan kulit bebek itu ke-reduce, makanya orang doyan banget. Kalau datang ke tempat kita pasti minta sangrai," ucapnya.

Kendati demikian, Fery juga tidak menghilangkan varian bebek bakar dan bebek goreng di restorannya. Selain itu, dia juga melengkapinya dengan menu masakan burung dara dan ayam.

"Bumbu yang kita pakai itu tradisional, kayak rendang, sambel matah. Jadi yang kita angkat itu nuansa sambel daerah, dengan konsep bebeknya sangrai," ujar Fery.

Dalam menjual kuliner miliknya tersebut, Fery dibantu oleh 13 orang karyawan yang terbagi dalam bagian kitchen, service, dan manajemen.

"Jadi ada dua model. Kita punya dapurnya, di situ untuk tempat prosesnya, development product dan satu lagi restoran itu fungsinya untuk mengeksekusi produk, digoreng, dibakar, atau disangrai," tutup Fery.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kisah Inspiratif UMKM...
Kisah Inspiratif UMKM Berkembang Pesat
Kisah Inspiratif, Buruh...
Kisah Inspiratif, Buruh Pabrik Telaten Kembangkan Usaha Telur Puyuh yang Berbuah Cuan
Kisah Sipetek Food,...
Kisah Sipetek Food, Banting Setir Karyawan Migas Jadi Pengepul Sampah Ikan Beromzet Ratusan Juta
Kisah Mantan Karyawan...
Kisah Mantan Karyawan Toko Jadi Pengusaha Batik hingga Go Global
Sukses di Usia Muda:...
Sukses di Usia Muda: dari Lensa Kamera, Ferdi Sulap Hobi Jadi Bisnis Jutaan dengan Alasfotoprops dan Dukungan Shopee
Kisah Pengusaha UMKM...
Kisah Pengusaha UMKM Berkelit dari Himpitan Wabah Corona
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
8 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
8 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
8 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
9 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
9 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved