Menteri Rini Berencana Jual Gedung Kementerian BUMN

Selasa, 16 Desember 2014 - 10:38 WIB
Menteri Rini Berencana...
Menteri Rini Berencana Jual Gedung Kementerian BUMN
A A A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana menjual gedung Kantor Kementerian BUMN yang terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan No 13 Jakarta Pusat.

Menteri BUMN Rini Soemarno menyatakan usulan pemerintah ini untuk menekan biaya operasional dari perawatan gedung 22 lantai tersebut. Pasalnya, kapasitas gedung yang besar itu hanya dihuni 250 karyawan. “Saya mau tawarkan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kalau sudah dijual kita nanti akan pindah ke gedung yang disewakan oleh perusahaan BUMN. Ini bisa menekan biaya operasi,” kata Rini di Jakarta kemarin.

Terkait izin penjualan aset milik negara tersebut, menurut Rini, pihaknya telah memperoleh lampu hijau dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Nantinya pendapatan dari penjualan gedung tersebut seluruhnya akan disetorkan kepada negara melalui Kemenkeu.

“Saat ini memang beberapa ruang di Gedung Kementerian BUMN masih kami sewakan agar bisa efisien dan juga menghemat biaya operasional. Untuk itu saya harapkan ada yang beli,” imbuh Rini. Meskipun demikian, karena berada di wilayah ring satu, maka sesuai peraturan perundangundangan, Gedung Kementerian BUMN hanya boleh dijual kepada lembaga pemerintahdan tidak untuk pihak swasta. Rini tidak menyebutkan berapa nilai valuasi aset gedung tersebut.

“Kita tawarkan ke Pak Ahok (Gubernur DKI) karena di sini berdekatan dengan Balai Kota. Dengan pindah ke gedung yang lebih kecil, biaya operasionalnya juga lebih hemat, karena kita bekerja Sabtu dan Minggu,” pungkasnya. Sementara itu, pengamat BUMN Watch Naldy Nazar Haroen menilai tidak tepat jika Rini menjual gedung Kementerian BUMN dengan alasan efisiensi.

Seharusnya Rini melakukan efisiensi kepada perusahaan BUMN, sebab banyak sekali perusahaan BUMN yang melakukan inefisiensi. Dia menjelaskan saat ini jumlah aset perusahaan BUMN sebesar Rp4.600 triliun, tetapi dalam praktiknya biaya produksi perusahaan BUMN masih saja melakukan inefisiensi.

Heru febrianto
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved