Rupiah Diklaim Lebih Baik dari Mata Uang Lain

Selasa, 16 Desember 2014 - 15:43 WIB
Rupiah Diklaim Lebih...
Rupiah Diklaim Lebih Baik dari Mata Uang Lain
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengklaim bahwa depresiasi nilai tukar rupiah terhadap USD masih lebih baik dibanding mata uang lainnya, yaitu sekitar 4,5%.

Dia mengatakan, mata uang Jepang, Yen depresiasinya hampir 15%. Sementara Ringgit Malaysia dan Bath Thailand terdepresiasi sekitar 6%.

"Singapura memang depresiasi lebih rendah daripada kita. Overall seluruh mata uang di Asia, di Latin Amerika, bahkan mata uang Rusia hari ini mengalami depresiasi luar biasa," ujarnya di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Kondisi ini terjadi lantaran ekspektasi dari apa yang akan terjadi di Amerika Serikat (AS) memengaruhi negara seperti Indonesia.

"Dan semua ini adalah faktor di luar kontrol kita yaitu kebijakan atau ekspektasi atau spekulasi apa yang akan terjadi di AS," jelas dia.

Sementara kondisi internal Indonesia, lanjut Sofyan, justru memperlihatkan perbaikan yang cukup bagus.

Menurutnya, kondisi politik yang baik, popularitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sangat tinggi, serta tim dalam Kabinet Kerja yang sangat menjunjung tinggi slogan kerja, kerja, kerja yang menjadi penyumbangnya.

"Upaya-upaya yang dilakukan untuk memudahkan investasi, tadi saya dilapori Franky (Kepala BKPM), Januari kita bisa one stop service. Dengan demikian arus investasi, easy of doing business kita lakukan," ujarnya.

Selain itu, dari sisi fiskal ada realokasi subsidi dari non produktif ke produktif. Ditambah melemahnya harga minyak dunia. "Semua itu akan menyebabkan kita dalam better position domestik. Tapi rupiah ini ada faktor eksternal," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
6 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
8 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
8 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
8 jam yang lalu
Infografis
Trump: Kebakaran Los...
Trump: Kebakaran Los Angeles Lebih Parah dari Serangan Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved