Wall Street Terkoreksi Ditekan Saham Teknologi
Rabu, 17 Desember 2014 - 08:41 WIB
Wall Street Terkoreksi Ditekan Saham Teknologi
A
A
A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street ditutup terkoreksi selama tiga hari berturut-turut dipimpin penurunan saham sektor konsumer dan teknologi. Sementara penurunan mata uang Rusia, rubel menambah kekhawatiran terhadap ekonomi global.
Mata uang rubel mencapai posisi terendah baru terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menyusul berlanjutnya aksi jual di minyak, sebelum rebound. Penurunan minyak mentah brent dan minyak mentah AS lebih dari 50% sejak Juni menjadi kekhawatiran bagi investor.
"Pasar saham dalam kondisi tarik-ulur. Secara tradisional, sepanjang tahun ini menjadi musim yang kuat. Tapi Anda punya pasar yang dipengaruhi harga minyak yang terus jatuh," kata Manajer Portofolio di Synovus Trust Company Daniel Morgan seperti dilansir dari Reuters, Rabu (17/12/2014).
Saham Microsoft turun 3,2% menjadi USD45,16, dan Amazon turun 3,6% menjadi USD295,06. Kedua saham ini menjadi yang terbesar menyeret kejatuhan indeks S&P 500.
Adapun saham PepsiCo yang mendapatkan 7,4% pendapatan tahun lalu dari Rusia, turun 1,6% menjadi USD92,59. Apple turun 1,4% menjadi USD106,75.
Sementara saham energi memberi dorongan terbesarnya. Indeks energi berakhir naik 0,7% tapi telah turun sekitar 16,6% sepanjang tahun ini. Saham Chevron naik 0,8% menjadi USD101,70.
Dow Jones Industrial Average ditutup turun 111,97 poin atau 0,65% ke 17.068,87; indeks S&P 500 kehilangan 16,89 poin atau 0,85% ke 1.972,74; dan Nasdaq Composite turun 57,32 poin atau 1,24% ke 4.547,83.
Sekitar 9,3 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, jauh di atas rata-rata bulan ini sebanyak 7,1 miliar lembar.
Mata uang rubel mencapai posisi terendah baru terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menyusul berlanjutnya aksi jual di minyak, sebelum rebound. Penurunan minyak mentah brent dan minyak mentah AS lebih dari 50% sejak Juni menjadi kekhawatiran bagi investor.
"Pasar saham dalam kondisi tarik-ulur. Secara tradisional, sepanjang tahun ini menjadi musim yang kuat. Tapi Anda punya pasar yang dipengaruhi harga minyak yang terus jatuh," kata Manajer Portofolio di Synovus Trust Company Daniel Morgan seperti dilansir dari Reuters, Rabu (17/12/2014).
Saham Microsoft turun 3,2% menjadi USD45,16, dan Amazon turun 3,6% menjadi USD295,06. Kedua saham ini menjadi yang terbesar menyeret kejatuhan indeks S&P 500.
Adapun saham PepsiCo yang mendapatkan 7,4% pendapatan tahun lalu dari Rusia, turun 1,6% menjadi USD92,59. Apple turun 1,4% menjadi USD106,75.
Sementara saham energi memberi dorongan terbesarnya. Indeks energi berakhir naik 0,7% tapi telah turun sekitar 16,6% sepanjang tahun ini. Saham Chevron naik 0,8% menjadi USD101,70.
Dow Jones Industrial Average ditutup turun 111,97 poin atau 0,65% ke 17.068,87; indeks S&P 500 kehilangan 16,89 poin atau 0,85% ke 1.972,74; dan Nasdaq Composite turun 57,32 poin atau 1,24% ke 4.547,83.
Sekitar 9,3 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, jauh di atas rata-rata bulan ini sebanyak 7,1 miliar lembar.
(rna)
Lihat Juga :