Rupiah Loyo, Eksportir Sumsel Perlu Tingkatkan Pengiriman

Kamis, 18 Desember 2014 - 06:12 WIB
Rupiah Loyo, Eksportir...
Rupiah Loyo, Eksportir Sumsel Perlu Tingkatkan Pengiriman
A A A
PALEMBANG - Kondisi dolar yang menguat saat ini harus disikapi para pengusaha lokal yang bermain di pasar dagang internasional dengan menambah kuota pengiriman.

Mengingat ekspor Sumsel saat ini masih terhitung surplus, terutama karet. "Ini peluang besar bagi para eksportir, apalagi ekspor Sumsel ini lebih dari impor," kata Kepala Disperindag Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Permana, Rabu (17/12/2014).

Khusus untuk kuota karet, diharapkan bisa menjadi titik cerah untuk harga jual petani. Hanya saja, kualitas bahan olahan karet bersih dari petani mestinya lebih bagus dari sebelumnya.

Untuk proses penjualannya pun diharapkan petani tidak lagi menjual melalui tengkulak, tapi langsung ke KUD.

"Hasil bumi kita harus dibeli mahal oleh negara lain. Saat ini ekspor Sumsel didominasi karet sebanyak 65%. Idealnya, saat ini sudah ada kenaikan harga karet," ujarnya.

Pihaknya meyakini, kondisi ini hanya akan berlangsung sebentar dan bertahan satu bulan ke depan. Karena itu, harus bisa dimanfaatkan dengan baik para eksportir.

Hal itu, mengingat posisi lemahnya rupiah cepat berdampak di Indonesia karena struktur financial memang belum kuat. Sehingga, ketika dolar naik, ekonomi akan langsung goyang. Berbeda jika dibandingkan dengan bath Thailand yang sudah sangat kuat.

"Kompetitor utama Indonesia untuk ekspor karet adalah Vietnam yang sudah memiliki kawasan industri karet yang terorganisir. Sementara kita ini petani rakyat dengan manajemen sendiri, tanpa menyadari pentingnya kualitas produk," jelas dia.

Sementara, para pelaku industri yang banyak menggunakan bahan baku dari luar negeri (impor) diharapkannya bisa bersikap arif dengan memanfaatkan bahan baku lokal.

Sebab, jika memaksakan membeli dari luar negeri dengan kondisi tingginya dolar tentu dipastikan akan merugi.

"Industri songket misalnya, untuk sementara ini sebaiknya memaksimalkan benang lokal. Memang berpengaruh pada kualitas, tapi bisa diarahkan untuk pindah segmen pasar saja," terang Permana.

Wakil Ketua Bidang Agribisnis dan Kelautan Hipmi Sumsel Syahrial Bastari mengakui, komoditi karet adalah salah satu sumber devisa terbesar di Indonesia.

Strategi penguatan industri ini mesti dimulai dari menyejahterakan petani, yang sebenarnya terhitung sebagai tenaga kerja. Bila memang kuota ekspor ditingkatkan, tentu harus diikuti dengan kualitas produk dari para petani yang sejahtera.

"Jika petani beralih profesi dan berhenti menyadap, maka apa yang mau dijual para pengusaha ke luar negeri. Karenanya, penyejahteraan petani perlu dilakukan, demi kestabilan harga dengan target suplai demand yang seimbang," pungkas Pimpinan PT Badja Baru Palembang ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Jeblok, Menperin...
Rupiah Jeblok, Menperin Sebut Bisa Bahayakan Industri Manufaktur
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
Neraca Dagang Surplus...
Neraca Dagang Surplus Bantu Ketahanan Ekonomi dan Rupiah
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
6 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
6 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
7 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
7 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved