Pemerintah Diminta Transparan Revitalisasi Industri Galangan

Senin, 22 Desember 2014 - 07:16 WIB
Pemerintah Diminta Transparan...
Pemerintah Diminta Transparan Revitalisasi Industri Galangan
A A A
JAKARTA - Kalangan usaha galangan kapal melalui Ikatan Perusahaan Kapal Nasional dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) kembali meminta pemerintah transparan dalam revitalisasi industri galangan di Tanah Air.

Ketua Umum Iperindo, Eddy Kurniawan Logam mengaku bingung dengan rencana pemerintah dalam menerapkan program tol laut. Padahal, rencana tol laut merupakan konsep yang brilian.

"Tapi, penerapan juga harus memberikan dampak kepada kita terutama di dalam negeri. Apalagi, ada anggaran revitalisasi industri galangan senilai Rp10 triliun. Anggaran itu kepada siapa peruntukannya?" ujar Eddy kepada Sindo, Minggu (21/12/2014).

"Syukur-syukur kalau sasarannya tepat. Tapi, kalau tidak jelas begini, konsepnya saja yang bagus," lanjutnya.

Menurut Eddy, pemerintah harus transparan, paling tidak berkoordinasi bersama kalangan usaha pelayaran nasional.

"Kami ini sangat membutuhkan kebijakan dari pemerintah, misalnya dalam hal bebas PPn, atau insentif lain menurunkan komponen impor kapal. Itu diperlukan agar galangan kapal nasional bisa bersaing dengan galangan kapal luar negeri yang saat ini kita sudah sedemikian tertinggal," terangnya.

Dia menambahkan, transparansi pemerintah dalam rangka revitalisasi industri galangan senilai Rp10 triliun diperlukan, sebab, insentif selama ini yang dikeluhkan kalangan usaha pelayaran khususnya galangan kapal ada pada biaya bea masuk yang tinggi (5%) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) komponen impor produksi kapal.

"Kenapa dibutuhkan transparansi, sebab insentif terkait revitalisasi galangan itu bisa pengalihannya ke situ (PPN-BM). Makanya, kami berharap pemerintah transparan. Lagi-lagi perlu ditegaskan jangan sampai salah sasaran," tandasnya.

Sebagai informasi, pertumbuhan produksi galangan kapal Indonesia kian surut. China memimpin sebagai produksi kapal terbesar tahun ini dengan jumlah 45 juta ton, disusul Jepang dan Korea.

Sementara Filipina berada di urutan kelima dengan jumlah produksi kapal sebanyak 4,6 juta tol serta Vietnam di urutan kedelapan dengan produksi kapal 1,6 juta ton. Indonesia berada jauh dari negara-negara tersebut dengan jumlah produksi kapal 200 ribu ton.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PT DPL Berhasil Docking...
PT DPL Berhasil Docking Kapal yang ke Seribu
Miris! Pemerintah Impor...
Miris! Pemerintah Impor Kapal di Saat Usaha Galangan Lokal Sepi Proyek
Dukung Pelaku Industri...
Dukung Pelaku Industri Perkapalan, Menko Airlangga Tinjau Langsung Produksi KRI Teluk Palu
Industri Galangan Kapal...
Industri Galangan Kapal Terus Menggeliat Jawab Keraguan Presiden
Purbaya Sentil Impor...
Purbaya Sentil Impor Kapal Bekas: Orang Kita Jago, Cuma Tak Dikasih Kesempatan
BKI Tingkatkan Kompetensi...
BKI Tingkatkan Kompetensi di 14 Industri Galangan Kapal
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
1 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
1 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
2 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
2 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
2 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved