Pemerintah Tindak Lanjuti Rekomendasi Tim Reformasi Migas

Senin, 22 Desember 2014 - 12:53 WIB
Pemerintah Tindak Lanjuti...
Pemerintah Tindak Lanjuti Rekomendasi Tim Reformasi Migas
A A A
JAKARTA - Pemerintah akan menindaklanjuti implementasi rekomendasi Tim Reformasi Tata Kelola Migas terkait penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium kepada PT Pertamina (persero).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengapresiasi rekomendasi yang telah dihasilkan oleh Tim Reformasi Tata Kelola Migas karena sejalan dengan tujuan pembentukan tim, yaitu guna mengurangi seminimal mungkin ruang gerak mafia migas.

"Ini sejalan dengan tujuan pembentukan tim reformasi mengurangi seminimal mungkin ruang-ruang pemburu rente, ruang-ruang spekulasi," tutur Sudirman di Kementerian ESDM, Jakarta Senin (22/12/2014).

Menurut Sudirman, hasil rekemondasi pengalihan RON 88 atau setara premium ke RON 92 atau setara pertamax akan mengurangi praktik bisnis kartel impor BBM. Kemudian, rekomemdasi ini diimplementasikan kepada Pertamina untuk ditindaklanjuti.

"Implementasinya mesti bicara dengan Pertamina karena mereka yang punya kilang. Saya akan bicara dengan Pertamina membahas implementasi rekomendasi dari tim," ungkap dia.

Sebelumnya, Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi secara resmi mengeluarkan enam rekomendasi terkait penghapusan BBM jenis premium dengan nomor oktan (RON) 88.

Pertama, menghentikan impor RON 88 dan gas oil 0,35% sulfur dan menggantikannya masing-masing dengan impor RON 92 dan gasoil 0,25% sulfur. Kedua, produksi minyak solar oleh kilang di dalam negeri ditingkatkan kualitasnya, sehingga setara dengan gas oil 0,25% sulfur.

Ketiga, mengalihkan produksi kilang domestik dari bensin RON 88 menjadi bensin RON 92. Keempat, memberikan subsidi tetap untuk bensin (RON 92). Kelima, memperhatikan kebutuhan minyak solar untuk transportasi publik dan angkutan barang untuk kepentingan umum, kebijakan subsidi untuk minyak solar dapat tetap menggunakan pola penetapan harga.

Keenam, pilihan kebijakan terkait dengan pengalihan produksi kilang domestik, sehingga seluruhnya dapat memproduksi bensin RON 92.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dirjen Migas Dinonaktifkan...
Dirjen Migas Dinonaktifkan Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
Sri Mulyani Pegang Teguh...
Sri Mulyani Pegang Teguh Falsafah Jawa: Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe
Reformasi Tata Kelola...
Reformasi Tata Kelola Pasar Modal, Analis Ingatkan soal Eksekusi
Kakorlantas Sebut Reformasi...
Kakorlantas Sebut Reformasi Tata Kelola Samsat Berdampak Peningkatan PAD.
Sukses Terapkan GRC,...
Sukses Terapkan GRC, Perusahaan Asuransi Ini Diganjar 2 Penghargaan
Pertamina Kembali Masuk...
Pertamina Kembali Masuk Fortune Global 500, Legislator: Sejak Dulu Bisa Jadi Kelas Dunia
Berita Terkini
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
17 menit yang lalu
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
50 menit yang lalu
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
1 jam yang lalu
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
3 jam yang lalu
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
4 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
5 jam yang lalu
Infografis
4 Fakta Ratu Suthida,...
4 Fakta Ratu Suthida, Navigator Tim Layar Thailand di SEA Games 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved