Menperin Pede Industri Manufaktur 2015 Tumbuh Melesat

Senin, 22 Desember 2014 - 16:05 WIB
Menperin Pede Industri...
Menperin Pede Industri Manufaktur 2015 Tumbuh Melesat
A A A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin percaya diri (pede), pertumbuhan industri manufaktur Indonesia akan melesat di 2015.

Hal ini ditopang kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, yang baru-baru ini dilakukan pemerintah.

"Ya harusnya 2015 kami sangat yakin akan lebih baik dari 2014. Karena harusnya dengan nilai, katakanlah bahan bakar minyak harganya turun," ujarnya di kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (22/12/2014).

Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi peluang Indonesia untuk meningkatan potensi industri dalam negeri, khususnya yang berbasis bahan baku dalam negeri.

"Ini menjadi peluang untuk dapat meningkatkan industri dalam negeri berbasis sumber bahan baku dalam negeri," terang dia.

Saleh mengatakan, seharusnya industri manufaktur dan berbasis bahan baku dalam negeri didorong untuk mendapatkan insentif, agar bisa terus eksis dan melesat seperti yang diinginkannya.

"Tentu dengan berbagai upaya, dengan sendirinya akan mendapatkan devisa. Industri yang berbasis sumber bahan baku kita dorong untuk dapat insentif agar yang berorientasi ekspor ini bisa terus eksis," tandas Menperin.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menperin: Industri Manufaktur...
Menperin: Industri Manufaktur tumbuh Positif 4,88 Persen
Kemenperin dan Bosch...
Kemenperin dan Bosch Tandai Pembangunan Fasilitas Manufaktur Baru di Bekasi
Kinerja Industri Manufaktur...
Kinerja Industri Manufaktur di Tahun 2024
PMI Manufaktur Ekspansif...
PMI Manufaktur Ekspansif Jadi Momentum Keluarkan Kebijakan Pro Industri
PPKM Lebih Longgar,...
PPKM Lebih Longgar, PMI Manufaktur September Naik ke Posisi 52,2
Industri Manufaktur...
Industri Manufaktur China Terkontraksi 5 Bulan Beruntun
Berita Terkini
IHSG Terus Berlari ke...
IHSG Terus Berlari ke Level 6.108 hingga Akhir Sesi, Transaksi Bursa Cetak Rp13,2 Triliun
17 menit yang lalu
Investasi Rp1.010 Triliun...
Investasi Rp1.010 Triliun Mengalir ke RI Sepanjang 6 Bulan Pertama 2026, Cek Peta Penyebarannya
34 menit yang lalu
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk,...
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk, ASDP Siap Perkuat Kapasitas Layanan
35 menit yang lalu
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
58 menit yang lalu
Groundbreaking Blok...
Groundbreaking Blok Masela, Prabowo: Kita Menunggu 3 Dekade
1 jam yang lalu
Blok Abadi Masela Senilai...
Blok Abadi Masela Senilai Rp390 Triliun Resmi Dibangun, Bakal Serap 13 Ribu Tenaga Kerja Lokal
1 jam yang lalu
Infografis
Industri Perbankan China...
Industri Perbankan China Memburuk, 40 Bank bangkrut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved