Industri Manufaktur China Terkontraksi 5 Bulan Beruntun

Senin, 30 September 2024 - 12:41 WIB
loading...
Industri Manufaktur...
Industri manufaktur China masih di bawah level ekspansif.Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Aktivitas pabrik di China terus mengalami kontraksi selama lima bulan berturut-turut pada bulan September. Biro Statistik Nasional melaporkan Purchasing Managers’ Index (PMI) China pada September 2024 adalah 49,8. Angka ini menunjukan industri manufaktur China masih di bawah level ekspansif atau 50.

Namun, angka tersebut lebih baik dibandingkan bulan lalu yang berada di level 49,1. Meski naik tipis, angka ini melampaui perkiraan median 49,5 dalam jajak pendapat Reuters. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam lima bulan.

Baca Juga : Embargo Mobil China, AS Terancam Kehilangan Rp34,4 Triliun per Tahun

Namun, jika dipadukan dengan survei Caixin sektor swasta yang suram dan PMI jasa yang lemah, data tersebut menunjukkan aktivitas pabrik dan konsumen Tiongkok tetap menjadi masalah bagi para pembuat kebijakan yang mengakui bahwa perekonomian menghadapi 'masalah baru' dan telah menyerukan stimulus yang lebih kuat.

Para ekonom mengatakan meskipun PMI menunjukkan beberapa titik terang untuk manufaktur, pertanyaan yang lebih besar sekarang adalah apakah pengumuman kebijakan besar minggu lalu, yang mencakup pelonggaran pembatasan properti di kota-kota terbesar di China, akan cukup untuk memulai pemulihan.

"Dari perspektif makro, kebijakan-kebijakan ini tidak begitu penting, karena kota-kota ini hanya menyumbang sebagian kecil dari pasar properti nasional," kata Zhiwei Zhang, kepala ekonom di Pinpoint Asset Management.

"Kebijakan utama untuk mengatasi tantangan makro tetaplah fiskal."tambahnya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Biaya Logistik Menggila,...
Biaya Logistik Menggila, Pembeli Asia Batalkan Impor LPG dari AS
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Rekomendasi
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
Cinta Laura Dukung Kegiatan...
Cinta Laura Dukung Kegiatan CFD Jadi Ajang Gen Z dan Gen Alpha Bersosialisasi
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved