Aksi Jual Marak, IHSG Diprediksi Rentan Terkoreksi
Selasa, 23 Desember 2014 - 08:17 WIB
Aksi Jual Marak, IHSG Diprediksi Rentan Terkoreksi
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan rentan terkoreksi jika tidak didukung sentimen positif dan maraknya aksi jual.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola bearish engulfing di area middle bollinger band (MBB). MACD kembali gagal mencoba membentuk golden cross dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R tertunda melanjutkan penguatan dan cenderung berbalik turun.
"Mulai membesarnya volume jual dibandingkan volume beli membuat potensi penguatan lanjutan dari IHSG kian sirna. Apalagi utang gap terdekat 5.113-5.127 belum tertutupi, sehingga membuat laju IHSG akan rentan melemah jika tidak didukung oleh sentimen positif dan masih maraknya aksi jual," kata dia, Selasa (23/12/2014).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.108-5.116 dan resisten 5.144-5.168. Laju IHSG kemarin sempat masuk area target resisten 5.153-5.171 meski gagal bertahan dan juga sempat masuk pada target support 5.118-5.138.
Kemarin, laju IHSG yang semula masih dapat melaju di zona hijau secara berangsur mulai melemah dan berakhir di zona merah. Terpantau bahwa volume jual masih cukup besar, sehingga potensi penguatan lanjutan menjadi berkurang.
Tidak banyak saham-saham big caps yang masuk jajaran top gainer karena banyak yang terkena aksi jual. Meski tercatat melemah, namun masih ada perlawanan dari volume beli, sehingga gagal menutup utang gap 5.113-5.127.
Begitu pun dengan laju bursa saham Asia yang masih dapat positif turut menahan pelemahan IHSG lebih dalam. Adapun transaksi asing tercatat nett sell dari net sell Rp1,9 triliun menjadi net sell Rp357 miliar.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola bearish engulfing di area middle bollinger band (MBB). MACD kembali gagal mencoba membentuk golden cross dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R tertunda melanjutkan penguatan dan cenderung berbalik turun.
"Mulai membesarnya volume jual dibandingkan volume beli membuat potensi penguatan lanjutan dari IHSG kian sirna. Apalagi utang gap terdekat 5.113-5.127 belum tertutupi, sehingga membuat laju IHSG akan rentan melemah jika tidak didukung oleh sentimen positif dan masih maraknya aksi jual," kata dia, Selasa (23/12/2014).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.108-5.116 dan resisten 5.144-5.168. Laju IHSG kemarin sempat masuk area target resisten 5.153-5.171 meski gagal bertahan dan juga sempat masuk pada target support 5.118-5.138.
Kemarin, laju IHSG yang semula masih dapat melaju di zona hijau secara berangsur mulai melemah dan berakhir di zona merah. Terpantau bahwa volume jual masih cukup besar, sehingga potensi penguatan lanjutan menjadi berkurang.
Tidak banyak saham-saham big caps yang masuk jajaran top gainer karena banyak yang terkena aksi jual. Meski tercatat melemah, namun masih ada perlawanan dari volume beli, sehingga gagal menutup utang gap 5.113-5.127.
Begitu pun dengan laju bursa saham Asia yang masih dapat positif turut menahan pelemahan IHSG lebih dalam. Adapun transaksi asing tercatat nett sell dari net sell Rp1,9 triliun menjadi net sell Rp357 miliar.
(rna)
Lihat Juga :