BP Jamsostek Minat Beli Gedung Kementerian BUMN

Selasa, 23 Desember 2014 - 09:02 WIB
BP Jamsostek Minat Beli...
BP Jamsostek Minat Beli Gedung Kementerian BUMN
A A A
BATAM - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) mengaku berminat membeli Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang rencananya akan jual.

Pertimbangan investasi yang menguntungkan menjadi salah satu tujuan badan yang dulunya bernama PT Jamsostek (Persero) tersebut.

"Lokasinya sangat strategis, tentu akan sangat menguntungkan jika kami melakukan investasi dengan membeli Gedung Kementerian BUMN," ujar Direktur Utama BP Jamsostek Elvyn G Masassya di Batam, Selasa (23/12/2014).

Elvyn menjelaskan, anggaran investasi BP Jamsostek masih sangat memungkinkan untuk melakukan pembelian Gedung Kementerian BUMN, sehingga berapapun nilai pasarnya, siap untuk melakukan pembelian.

"Tergantung nilai pasarnya, tentu kami membeli dengan harga pasar," jelasnya.

Menurut Elvyn, jika jadi dibeli, maka Gedung Kementerian BUMN akan dijadikan kantor BP Jamsostek yang baru, mengingat jumlah pekerja BP Jamsostek terus bertambah setiap tahunnya. Adapun kantor pusat BP Jamsostek bisa dijual atau disewakan ke pihak lain.

"Bahkan bisa dibeli oleh Kementerian BUMN karena lokasinya juga strategis. Menteri BUMN bisa berkantor di sana karena lantainya juga tidak terlalu banyak hanya 12 lantai," tegasnya.

Elvyn menegaskan, pertimbangan minat membeli Gedung Kementerian BUMN semata-mata hanya berdasarkan investasi. Pasalnya, lokasinya sangat premium dan harga properti di Jakarta naik sekitar 15-25% per tahun.

"Dari pada dibeli oleh pihak swasta atau luar negeri, lebih baik kami yang membeli, selain bagian dari negara, pembelian ini diyakini juga akan menguntungkan pekerja," katanya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Paritrana Awards 2021...
Paritrana Awards 2021 Mulai Disosialisasikan kepada Pelaku Usaha
Erick Thohir: Impor...
Erick Thohir: Impor Alat Kesehatan Dikuasai Mafia
Utang Jatuh Tempo BPJS...
Utang Jatuh Tempo BPJS Kesehatan Mencapai Rp4,4 Triliun
Pemerintah Tetap Subsidi...
Pemerintah Tetap Subsidi Peserta BPJS Kelas III dan Beri Keringanan Tunggakan
Bantuan Alat Kesehatan...
Bantuan Alat Kesehatan dari Kementerian BUMN untuk Jabar
Setneg Minta 3 Kementerian...
Setneg Minta 3 Kementerian Respons Rekomendasi KPK Terkait BPJS
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
5 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
5 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
6 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
6 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
7 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
8 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved