Mansek Perkirakan AS Naikkan Fed Rate Akhir 2015
Selasa, 23 Desember 2014 - 16:31 WIB
Mansek Perkirakan AS Naikkan Fed Rate Akhir 2015
A
A
A
JAKARTA - Ekonom Senior Mandiri Sekuritas (Mansek) Aldian Taloputra memprediksi Amerika Serikat (AS) akan menaikkan suku bunganya (Fed Fund Rate) pada akhir 2015 hingga awal 2016.
"Kenaikan baru akan terjadi di akhir 2015 dan awal 2016," ujarnya dalam paparan Economic Outlook 2015 di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (23/12/2014).
Ini terjadi dikarenakan penyerapan tenaga kerja di AS ternyata tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan masyarakat.
Data tenaga kerja di AS, terutama dari sektor non farm payroll, meningkat rata-rata 200 ribu tenaga kerja per bulan.
Sementara, pada awal Desember mencapai 300 ribu tenaga kerja. Hal ini menyebabkan tingkat penggaguran turun di bawah 0,6%-0,9%.
Kendati demikian, penurunan tingkat pengangguran ini belum memengaruhi naiknya pendapatan masyarakat.
"Labour market meningkat, sementara perbaikan labour market belum memengaruhi level pendapatan penduduk AS. Sebab lapangan pekerjaan yang tercipta bersumber dari sektor kelas rendah, seperti makanan, fast food, dan lainnya," jelas Aldian.
Tingkat pendapatan masyarakat ini akan memengaruhi tekanan inflasi yang rendah. Sebab itu, tak ada alasan bagi Fed untuk cepat-cepat menaikkan suku bunga acuannya.
"Karena daya beli masyarakat kecil maka inflasi tidak akan mengancam AS dalam waktu dekat. Makanya kami yakin Fed enggak akan naik dalam waktu dekat. Kemungkinan akan naik jika inflasi mengancam," pungkas dia.
"Kenaikan baru akan terjadi di akhir 2015 dan awal 2016," ujarnya dalam paparan Economic Outlook 2015 di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (23/12/2014).
Ini terjadi dikarenakan penyerapan tenaga kerja di AS ternyata tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan masyarakat.
Data tenaga kerja di AS, terutama dari sektor non farm payroll, meningkat rata-rata 200 ribu tenaga kerja per bulan.
Sementara, pada awal Desember mencapai 300 ribu tenaga kerja. Hal ini menyebabkan tingkat penggaguran turun di bawah 0,6%-0,9%.
Kendati demikian, penurunan tingkat pengangguran ini belum memengaruhi naiknya pendapatan masyarakat.
"Labour market meningkat, sementara perbaikan labour market belum memengaruhi level pendapatan penduduk AS. Sebab lapangan pekerjaan yang tercipta bersumber dari sektor kelas rendah, seperti makanan, fast food, dan lainnya," jelas Aldian.
Tingkat pendapatan masyarakat ini akan memengaruhi tekanan inflasi yang rendah. Sebab itu, tak ada alasan bagi Fed untuk cepat-cepat menaikkan suku bunga acuannya.
"Karena daya beli masyarakat kecil maka inflasi tidak akan mengancam AS dalam waktu dekat. Makanya kami yakin Fed enggak akan naik dalam waktu dekat. Kemungkinan akan naik jika inflasi mengancam," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :