Sentimen Positif Global Diharapkan Bantu Reli IHSG
Rabu, 24 Desember 2014 - 08:39 WIB
Sentimen Positif Global Diharapkan Bantu Reli IHSG
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih menyimpan potensi pelemahan karena masih adanya aksi jual. Namun sentimen positif dari bursa global, diharapkan dapat membantu reli IHSG jelang libur Natal.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola gravestone doji di area middle bollinger band (MBB). MACD kembali mencoba membentuk golden cross meski terbatas dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R kembali berbalik naik tipis.
"Meski aksi jual mulai berkurang, namun tetap saja masih ada, sehingga masih menyimpan potensi pelemahan. Apalagi utang gap terdekat 5.113-5.127 belum tertutupi. Diharapkan laju bursa saham global dapat membantu penguatan IHSG jelang libur Natal," kata dia, Rabu (24/12/2014).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.120-5.129 dan resisten 5.155-5.164. Sementara laju IHSG kemarin sempat masuk area target resisten 5.144-5.168 meski gagal bertahan dan juga mampu bertahan di atas target support 5.108-5.116.
Kemarin, IHSG jelang libur Natal mampu berbalik positif karena berkurangnya aksi jual. Sementara menguatnya laju bursa saham AS dimanfaatkan pelaku pasar untuk kembali melakukan akumulasi pada saham-saham yang sebelumnya melemah.
Positifnya laju saham-saham aneka industri, manufaktur, dan beberapa saham second liner di properti membantu hijaunya IHSG. Meskipun terdapat anggapan laju pasar saham cenderung sepi jelang Natal dan kembali melemahnya nilai tukar rupiah terhadap USD tidak menghalangi laju IHSG untuk dapat berbalik positif.
Bahkan, dia menambahkan, berbalik melemahnya sejumlah laju bursa saham Asia juga tidak menghalangi pergerakan anomali IHSG untuk dapat berdiri di teritori hijau.
"Begitupun dengan masih berlanjutnya aksi jual asing juga tidak menghalangi hijaunya laju IHSG," ujar Reza.
Masih adanya perlawanan dari volume beli hingga mampu terdorong positif menjauhkan IHSG dari utang gap 5.113-5.127. Adapun transaksi asing tercatat nett sell dari net sell Rp357,77 miliar menjadi net sell Rp199,32 miliar.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola gravestone doji di area middle bollinger band (MBB). MACD kembali mencoba membentuk golden cross meski terbatas dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R kembali berbalik naik tipis.
"Meski aksi jual mulai berkurang, namun tetap saja masih ada, sehingga masih menyimpan potensi pelemahan. Apalagi utang gap terdekat 5.113-5.127 belum tertutupi. Diharapkan laju bursa saham global dapat membantu penguatan IHSG jelang libur Natal," kata dia, Rabu (24/12/2014).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.120-5.129 dan resisten 5.155-5.164. Sementara laju IHSG kemarin sempat masuk area target resisten 5.144-5.168 meski gagal bertahan dan juga mampu bertahan di atas target support 5.108-5.116.
Kemarin, IHSG jelang libur Natal mampu berbalik positif karena berkurangnya aksi jual. Sementara menguatnya laju bursa saham AS dimanfaatkan pelaku pasar untuk kembali melakukan akumulasi pada saham-saham yang sebelumnya melemah.
Positifnya laju saham-saham aneka industri, manufaktur, dan beberapa saham second liner di properti membantu hijaunya IHSG. Meskipun terdapat anggapan laju pasar saham cenderung sepi jelang Natal dan kembali melemahnya nilai tukar rupiah terhadap USD tidak menghalangi laju IHSG untuk dapat berbalik positif.
Bahkan, dia menambahkan, berbalik melemahnya sejumlah laju bursa saham Asia juga tidak menghalangi pergerakan anomali IHSG untuk dapat berdiri di teritori hijau.
"Begitupun dengan masih berlanjutnya aksi jual asing juga tidak menghalangi hijaunya laju IHSG," ujar Reza.
Masih adanya perlawanan dari volume beli hingga mampu terdorong positif menjauhkan IHSG dari utang gap 5.113-5.127. Adapun transaksi asing tercatat nett sell dari net sell Rp357,77 miliar menjadi net sell Rp199,32 miliar.
(rna)
Lihat Juga :