Soal Pajak, Indonesia Masih Jadi Anak Bawang

Minggu, 28 Desember 2014 - 17:22 WIB
Soal Pajak, Indonesia...
Soal Pajak, Indonesia Masih Jadi Anak Bawang
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) dan Yustinus Prastowo mengatakan bahwa Indonesia masih tertinggal dengan Singapura dan masih menjadi "anak bawang" dalam hal pajak.

Padahal, menurut dia, Indonesia memiliki potensi besar terhadap penerimaan pajak dari berbagai sektor di dalam negeri.

"Selama ini, makin banyak sektor yang tidak bisa dipajaki. Ini terlihat karena Pajak Pertambahan Nilai (PPN) kita cuma 53% saja," ujar dia di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta, Minggu (28/12/2014)

Selama 10 tahun terakhir, ungkap Yustinus, penerimaan pajak Indonesia memang kurang menggembirakan, di mana tax ratio semakin turun. Artinya, kemampuan institusi penerimaan pajak negara makin lama makin rendah, tidak sebanding dengan laju pertumbuhan kinerja ekonomi.

"Tax ratio kita, artinya perbandingan antara penerimaan pajak dengan PDB, itu PDB-nya melaju kencang sejak 2006-2007 di era pemerintahan SBY. Tapi tidak disertai kapasitas pemungutan pajak yang baik. Kelihatan di sini, tax ratio-nya stagnan, tapi elastisitas penerimaan terhadap pertumbuhan ekonomi merendah," ujarnya.

Artinya, lanjut Yustinus, memang potensi pemungutan pajak Indonesia semakin lama semakin kecil. Makin banyak potensi yang tidak bisa dipungut.

"PPN itu 53% tax average-nya, artinya ada 47% potensi PPN yang tidak bisa dipungut. PPN kan mudah. Setiap transaksi itu dipungut. Keluarin faktur pajak, tapi itu sulit sepertinya. Nah, itu semua karena proses administrasi kita yang berbelit-belit," tandas Yustinus.
(rna)
Berita Terkait
Aksi Menuntut Reformasi...
Aksi Menuntut Reformasi Pegawai Pajak
Negara yang Kaya Tanpa...
Negara yang Kaya Tanpa Memungut Pajak dari Rakyatnya
Diskon Pajak Mobil Baru...
Diskon Pajak Mobil Baru Berlaku Mulai 1 Maret 2021
Pertama di Indonesia,...
Pertama di Indonesia, Pelopor Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di Desa Secara Elektronik
Adaro Raih Penghargaan...
Adaro Raih Penghargaan Wajib Pajak
Realisasi Pajak DKI...
Realisasi Pajak DKI Jakarta 2024 Tembus Rp44,46 Triliun
Berita Terkini
Ditampar Tarif Impor...
Ditampar Tarif Impor Baru Trump, IHSG Diramal Ambruk Lagi ke 6.150
56 menit yang lalu
Eropa Butuh Rp182,5...
Eropa Butuh Rp182,5 Triliun demi Mengamankan Pasokan 250 Kargo Gas Alam Cair
2 jam yang lalu
Tarif Impor Terbaru...
Tarif Impor Terbaru Trump Hantam Negara-negara Termiskin, Bagaimana Nasibnya
3 jam yang lalu
KAI Group Angkut 16,3...
KAI Group Angkut 16,3 Juta Penumpang Selama Angkutan Lebaran 2025
5 jam yang lalu
Harga Minyak Ikut Lunglai...
Harga Minyak Ikut Lunglai Terpukul Tarif Resiprokal Trump
6 jam yang lalu
Pascalebaran, Harga...
Pascalebaran, Harga Beras, Bawang, Cabai, hingga Daging Mulai Turun
7 jam yang lalu
Infografis
Susul 3 Negara ASEAN...
Susul 3 Negara ASEAN Lainnya, Indonesia Gabung Jadi Mitra BRICS
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved