Sofyan Nilai Pengadaan Barang dan Jasa Tak Efisien

Selasa, 30 Desember 2014 - 17:26 WIB
Sofyan Nilai Pengadaan...
Sofyan Nilai Pengadaan Barang dan Jasa Tak Efisien
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan, pengadaan barang dan jasa di kementerian dan lembaga (k/l) selama ini tidak efisien.

Hal tersebut diungkapkan Sofyan sebelum menggelar rapat koordinasi (rakor) membahas perubahaan rencana pengadaan barang dan jasa.

"Ini adalah rapat tentang perubahan pengadaan barang dan jasa, sebagaimana diketahui pengadaan ini selama ini masih kurang efisien dan efektif. Makanya ini diubah agar lebih mencapai sasaran," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Selasa (30/12/2014).

Menurut Sofyan, perubahaan rencana ini nantinya juga akan membuat pengadaan barang dan jasa lebih fleksibel dan mencapai tujuan yang diharapkan.

Dia menambahkan, Peraturan Presiden (Perpres) mengenai pengadaan barang dan jasa tersebut pun akan dikebut awal Januari, mengingat pemerintah akan segera mengajukan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015.

"Jadi untuk mengejar APBN 2015, maka perpres akan dikebut awal Januari. Ada beberapa perubahan yang subtansial, kemudian ada beberapa yang harus dikomunikasikan sebelum diteken" imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Kebijakan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Agus Rahardjo menjelaskan, pada prinsipnya perubahan tersebut dalam rangka mempercepat proses pengadaan barang dan jasa.

"Kita memperkenalkan sistem tender yang sangat singkat. Tidak mengabaikan transparansi dan akuntabilitas, karena kita bisa memanfaatkan data penyedia dalam sistem. Jadi nanti pengumuman itu hanya dalam dua hari, dalam waktu yang sama penyedia sudah di-email semua untuk kemudian menawarkan. Itu kan tidak menghilangkan transparansi," ujarnya.

Perubahan lainnya, lanjut Agus, menyangkut rencana memperbanyak barang-barang yang ada di katalog yang saat ini baru berjumlah 8.100 tipe. Diharapkan, ke depan bisa meningkat puluhan ribu.

"Yang ada di katalog itu adalah yang jual di toko bisa masuk. Barang pabrik seperti mesin genset, mesin printer, mesin foto copy, seperti apapun masuk dalam katalog," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Boot Penuh Lumpur, Airlangga...
Boot Penuh Lumpur, Airlangga Blusukan ke Sawah Tinjau Smart Farming di Klaten
Rakor Terbatas Kementerian...
Rakor Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Zulhas Blak-blakan soal...
Zulhas Blak-blakan soal Bahlil Ditawari Prabowo Jadi Menko Ekonomi
PKM Level 4 Berlanjut,...
PKM Level 4 Berlanjut, Menko Airlangga: Pemerintah Siapkan Insentif Tambahan
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Berita Terkini
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
11 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
20 menit yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
32 menit yang lalu
Zero ODOL Dinilai Jadi...
Zero ODOL Dinilai Jadi Titik Awal Perkuat Keselamatan Transportasi
58 menit yang lalu
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
1 jam yang lalu
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki...
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki Pengembangan Rantai Pasok Hidrogen Hijau RI-Singapura
1 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved