Minyak Menuju Penurunan Terbesar Sejak 2008

Rabu, 31 Desember 2014 - 09:51 WIB
Minyak Menuju Penurunan...
Minyak Menuju Penurunan Terbesar Sejak 2008
A A A
SINGAPURA - Minyak mentah global menuju penurunan tahunan terbesar sejak krisis keuangan global pada 2008 dan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang tetap mempertahankan pangsa pasar di tengah membanjirnya pasokan.

Kontrak berjangka (futures) turun 1,1% di New York, membawa koreksi tahun ini menjadi 45%. Menurut Citigroup Inc, panduan Amerika Serikat (AS) memungkinkan penjualan minyak ultralight ke luar negeri tanpa persetujuan pemerintah dapat meningkatkan kapasitas ekspor negara itu dan memukul rencana Arab Saudi untuk membatasi pasokan Amerika.

Pasokan minyak mentah AS naik ke level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade. Koreksi harga minyak telah mengguncang pasar, mulai mata uang rubel Rusia hingga naira Nigeria dan menekan anggaran pemerintah di negara-negara produsen minyak, termasuk Venezuela dan Ekuador.

Hal itu juga mendorong cadangan minyak mentah darurat di China dan membantu memangkas subsidi bahan bakar minyak (BBM) di India dan Indonesia. OPEC telah mengisyaratkan tidak akan memotong pasokan untuk mempengaruhi harga di tengah membanjirnya pasokan.

"Untuk tahun ini, faktor terbesar menurunnya harga minyak adalah meningkatnya produksi minyak AS, diikuti perang harga," kata analis komoditas di Samsung Futures IncHong Sung Ki seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (31/12/2014).

Menurut dia, AS kemungkinan hanya akan membatasi produksi untuk mendorong naiknya harga minyak, tidak ada yang lain, sehingga akan melihat berlanjutnya penurunan harga.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Februari turun 57 sen menjadi USD53,55 per barel dan berada di USD53,69 pada pukul 09.11 pagi waktu Singapura.

Kontrak naik 51 sen menjadi USD54,12 kemarin, naik kali pertama dalam empat hari terakhir. Total volume sekitar 82% di bawah rata-rata 100 hari.

Sementara minyak Brent di London ICE Futures Europe Exchange untuk pengiriman Februari turun 55 sen atau 1% menjadi USD57,35 per barel. Harga turun 48% sepanjang tahun ini. Premi minyak mentah patokan Eropa ini terhadap WTI diperdagangkan sebesar USD3,75.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 menit yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 menit yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
20 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
25 menit yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
42 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
48 menit yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Ukuran...
10 Negara dengan Ukuran Kaki Terbesar di Dunia, Jerman Juaranya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved