Desain Modern Minimalis Masih Jadi Favorit

Rabu, 31 Desember 2014 - 10:24 WIB
Desain Modern Minimalis...
Desain Modern Minimalis Masih Jadi Favorit
A A A
KONSEPrumah modern minimalis masih banyak diminati konsumen karena cukup mudah dieksplorasi atau diubah sesuai dengan selera pemilik.

Karena itu, para pengembang perumahan sampai saat ini masih mengadopsi konsep rumah tersebut. Salah satunya adalah Bukit Elang Residence yang dikembangkan PT Warna Alam Indonesia di kawasan Mangungharjo, Tembalang, Jawa Tengah. “Konsep minimalis modern sampai sekarang masih kita pertahankan, karena memang masih sangat diminati,” ujar Direktur Utama PT Warna Alam Indonesia Sunaryo.

Dia mengatakan, dari dua klaster yang saat ini dibangun, klaster pertama sebanyak 110 unit sudah habis terjual. Untuk klaster kedua sudah terjual 25% dari 200 unit yang disediakan. “Di klaster kedua, konsep kita masih sama yakni modern minimalis,” ucapnya. Dia menuturkan, meski konsep modern minimalis masih cukup diminati pasar, tetap dibutuhkan tambahan fasilitas lain untuk semakin menarik minat konsumen.

Salah satunya adalah tambahan layanan internet ke rumah, untuk memudahkan konsumen atau pemilik mengakses kebutuhan internet dan TV kabel. Menurut Sunaryo, dua tambahan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat saat ini di mana, setiap orang membutuhkan akses internet, untuk memperlancar pekerjaan dan yang lainnya.

“Minimalis saja sekarang ini tidak cukup, sekarang harus ditambah smart home , di mana di rumah sudah langsung ada jaringan internet. Selain tentunya, faktor sistem keamanan,” imbuhnya. Selain itu, lanjut Sunaryo, yang perlu diperhatikan juga adalah adanya penghijauan, dan juga adanya resapan air. Oleh karena di perumahan yang dibangunnya setiap rumah diberikan satu pohon keras, sebagai peneduh dan juga akan dibangun kolam retensi.

“Penghijauan dan kolam retensi untuk menjaga suhu,” ujarnya. Manager Marketing Bukit Elang Residence Rosikhin menambahkan, Bukit Elang Residence saat ini baru merealisasikan dua klaster dari enam klaster yang rencananya akan dibangun di lahan seluar 10 hektare.

“Ke depan konsep yang kita usung masih akan tetap sama,” ujarnya. Dia mengatakan, saat ini pihaknya masih konsentrasi pada klaster tahap dua. Ditargetkan, klaster tersebut habis terjual pada pertengahan 2015. “Setelah semuanya selesai, baru kita akan mengembangkan yang lain,” ujarnya.

Dia menyebutkan, untuk klaster kedua dibangun tipe 36, 45, 47, dan 50, dengan harga mulai dari 300 jutaan. “Untuk klaster kedua ini, kita membidik segmen menengah ke atas, dan keluarga muda yang dinamis,” sebutnya.

Andik sismanto/Sindonews
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Pengusaha Properti...
5 Pengusaha Properti Dunia Terkaya
Re/Max Solusi Ajak Generasi...
Re/Max Solusi Ajak Generasi Muda Terlibat dan Investasi Properti
Properti Pulih Lebih...
Properti Pulih Lebih Cepat, Daya Beli Bangkit Lebih Kuat
Diskusi Bedah Potensi...
Diskusi Bedah Potensi Properti di tahun 2022
Pameran Properti di...
Pameran Properti di Surabaya Dorong Gairah Pasar Hunian Awal 2026
7 Alasan Kenapa Harus...
7 Alasan Kenapa Harus Memilih Investasi Properti
Berita Terkini
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
41 menit yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
54 menit yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
11 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
12 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
14 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved