Organda Kaji Penurunan Tarif Angkot Rp500

Rabu, 31 Desember 2014 - 14:47 WIB
Organda Kaji Penurunan...
Organda Kaji Penurunan Tarif Angkot Rp500
A A A
DEPOK - Organisasi Angkutan Darat (Organda) berencana mengkaji kembali perhitungan tarif angkutan kota (angkot) menyusul turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dan solar.

Sekretaris Organda Depok Muhammad Hasyim mengaku telah berkoordinasi secara lisan dengan Dinas Perhubungan Kota Depok terkait penurunan harga BBM.

Pihaknya segera menggelar rapat koordinasi dengan para sopir dan pengusaha angkot serta Dinas Perhubungan untuk meninjau ulang tarif angkot.

“Dalam 1-2 hari ini, kami akan rapat koordinasi. Karena terbentur tanggal merah Tahun Baru, saya sudah hubungi Dishub lewat telepon, akan meninjau ulang hitung–hitungan tarif,” kata Hasyim di Depok, Rabu (31/12/2014).

Hasyim menjelaskan, tarif angkot baru direncanakan akan mulai efektif pada pekan depan. Pada saat kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu, tarif angkot di Depok naik rata-rata Rp1.000 untuk setiap jurusan.

“Tarif bisa turun Rp500 karena pasti pembulatan, tidak mungkin turun Rp300 karena tanggung," ujarnya.

Organda juga akan memperhatikan perhitungan suku cadang kendaraan dalam pengkajian ulang ongkos angkot. “Yang penting sopir angkot tak merasa dirugikan, masyarakat tidak sengsara,” imbuh dia.

Sekadar informasi, harga BBM jenis premium mulai pukul 00.00 pada 1 Januari 2015, turun Rp900 menjadi Rp7.600 dari sebelumnya Rp8.500 per liter. Sedangkan solar turun Rp250 dari Rp7.500 menjadi Rp7.250 per liter.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inflasi Oktober Capai...
Inflasi Oktober Capai 0,12%, Kenaikan Tarif Angkutan Ikut Andil
10 Kota dengan Tarif...
10 Kota dengan Tarif Taksi Paling Mahal di Dunia, Nomor Satu Rp85.200 per Km
Jika Premium Dihapus,...
Jika Premium Dihapus, Tarif Angkutan Umum Bakal Naik
Siap-siap, Menhub Akan...
Siap-siap, Menhub Akan Naikkan Tarif Angkutan Umum
Wacana Tarif Berdasarkan...
Wacana Tarif Berdasarkan Status Ekonomi Penumpang, Transjakarta: Ongkos Masih Rp3.500 per Penumpang
Naik Teman Bus Berbayar...
Naik Teman Bus Berbayar Mulai 31 Oktober, Segini Tarifnya
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
19 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved