OJK Kaltim Akui Sosialiasi Investasi Tak Maksimal
Jum'at, 02 Januari 2015 - 11:28 WIB
OJK Kaltim Akui Sosialiasi Investasi Tak Maksimal
A
A
A
SAMARINDA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur (Kaltim) mengakui sosialisasi investasi di 2014 belum maksimal.
Pasalnya, mereka masih sibuk melakukan pembenahan internal. Sebab itu di 2015 mereka menargetkan kerja sosialisasi akan dimaksimalkan.
“Kantor kita masih menumpang di Bank Indonesia. Masih banyak pembenahan internal, terutama tata kelola organisasi. Makanya, di 2014 sosialisasi OJK ke masyarakat Kaltim belum maksimal. Di 2015, kita maksimalkan sosialisasi itu,” kata Kepala Kantor OJK Kaltim Dedy Patria di Kaltim, Jumat (2/1/2015).
Dia mengatakan, sejumlah rencana telah disusun agar masyarakat lebih mengenal OJK, dan terhindar dari investasi bodong. Kerja sama dengan berbagai lembaga maupun lapisan masyarakat juga dilakukan.
“Ini agar warga semakin pintar, semakin baik mengelola keuangan. Memilih investasi tepat, bukan sekadar investasi dengan iming-iming bagi hasil tinggi, tapi nyatanya bodong," imbuhnya.
Dedy menuturkan, investasi yang marak dilakukan di Kaltim adalah emas. Sejumlah kasus terkait investasi ini juga ditemukan, sehingga banyak warga tertipu.
"Kita ingin menyadarkan masyarakat, salah satu ciri perusahaan investasi yang baik itu terdaftar di OJK. Kita punya berbagai saluran yang bisa diakses masyarakat untuk mengetahui kebenaran perusahaan investasi," kata dia.
Bahkan, OJK Kaltim sudah memiliki Mobil Literasi Edukasi (Molek), untuk memudahkan masyarakat bagaimana memahami investasi. Jangan sampai masyarakat mudah tertipu.
"Banyak masyarakat tertipu, menginvestasikan uangnya dengan janji bagi hasil, tapi nyatanya investasi bodong. Uang sudah disetor, tapi perusahaannya kabur beserta kantor-kantornya,” tutur Dedy.
Dia menyarankan, agar masyarakat melakukan pengecekan detail sebelum memutuskan untuk berinvestasi.
"Di awal kita harus cerewet jika ada yang menawarkan investasi. Tanya sedetail mungkin. Jangan nanti ada masalah baru ribut," tukasnya.
Pasalnya, mereka masih sibuk melakukan pembenahan internal. Sebab itu di 2015 mereka menargetkan kerja sosialisasi akan dimaksimalkan.
“Kantor kita masih menumpang di Bank Indonesia. Masih banyak pembenahan internal, terutama tata kelola organisasi. Makanya, di 2014 sosialisasi OJK ke masyarakat Kaltim belum maksimal. Di 2015, kita maksimalkan sosialisasi itu,” kata Kepala Kantor OJK Kaltim Dedy Patria di Kaltim, Jumat (2/1/2015).
Dia mengatakan, sejumlah rencana telah disusun agar masyarakat lebih mengenal OJK, dan terhindar dari investasi bodong. Kerja sama dengan berbagai lembaga maupun lapisan masyarakat juga dilakukan.
“Ini agar warga semakin pintar, semakin baik mengelola keuangan. Memilih investasi tepat, bukan sekadar investasi dengan iming-iming bagi hasil tinggi, tapi nyatanya bodong," imbuhnya.
Dedy menuturkan, investasi yang marak dilakukan di Kaltim adalah emas. Sejumlah kasus terkait investasi ini juga ditemukan, sehingga banyak warga tertipu.
"Kita ingin menyadarkan masyarakat, salah satu ciri perusahaan investasi yang baik itu terdaftar di OJK. Kita punya berbagai saluran yang bisa diakses masyarakat untuk mengetahui kebenaran perusahaan investasi," kata dia.
Bahkan, OJK Kaltim sudah memiliki Mobil Literasi Edukasi (Molek), untuk memudahkan masyarakat bagaimana memahami investasi. Jangan sampai masyarakat mudah tertipu.
"Banyak masyarakat tertipu, menginvestasikan uangnya dengan janji bagi hasil, tapi nyatanya investasi bodong. Uang sudah disetor, tapi perusahaannya kabur beserta kantor-kantornya,” tutur Dedy.
Dia menyarankan, agar masyarakat melakukan pengecekan detail sebelum memutuskan untuk berinvestasi.
"Di awal kita harus cerewet jika ada yang menawarkan investasi. Tanya sedetail mungkin. Jangan nanti ada masalah baru ribut," tukasnya.
(izz)