BI Janji Jaga Inflasi 2015 Terkendali

Sabtu, 03 Januari 2015 - 18:29 WIB
BI Janji Jaga Inflasi...
BI Janji Jaga Inflasi 2015 Terkendali
A A A
JAKARTA - Inflasi Desember 2014 meningkat tinggi dan sedikit melebihi perkiraan Bank Indonesia (BI), yaitu mencapai 2,46% (mtm) atau secara tahunan sebesar 8,36%.

"Jadi kalau terkait inflasi minggu terakhir BI, ketika melakukan pemantauan harga kami sudah melihat bahwa inflasi yang tadinya kita perkirakan antara 2,1%-2,2% itu naik menjadi 2,2%-2,4%," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di gedung BI, Jumat (3/1/2015).

Sebetulnya, kata dia, yang terkait dengan dampak BBM dinaikkan sama tetapi ada komoditas pangan strategis yang meningkat lebih tinggi, sehingga inflasinya cukup tinggi.

"Jadi kalau seandainya inflasi yoy 8,36% itu cukup tinggi, tentu kita meski menjaga supaya inflasi 2015 cepat terkendali dan kembali seperti yang kita rencanakan yaitu 4 plus minus 1pct," ungkapnya.

Sementaram terkait inflasi tinggi BI juga perlu mewaspadai neraca perdagangan yang juga defisit lagi. pihaknya juga mengetahui bahwa sebelumnya defisit sempat positif sedikit namun kembali defisit.

"Jadi saya melihat inflasi tinggi juga ada neraca perdagangan yang defisit itu harus dijadikan satu target untuk bisa dikendalikan secara lebih baik," ujar Agus.

Jadi, itu kondisi nasional yang perlu diwaspadai. BI menyambut baik kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah yang intinya bukan hanya kebijakan jangka pendek tapi juga kebijakan untuk menangani tantangan yang sifatnya struktural.

Secara umum, pihaknya meyakini bahwa transaksi berjalan 2014 menunjukkan kondisi ke arah yang lebih baik menuju di bawah 3%, tetapi di 2015 harus diupayakan untuk terus di level berkesinambungan yaitu kisaran minus 2,5-3pct.

BI juga mengamati dan mengawasi awal 2015 mengenai perkembangan dunia, selama setengah hari saja ditandai dengan ekonomi Eropa semua berspekulasi dan meyakni ekonomi eropa melemah salah satu yang paling diwaspadai adalah perkembangan Yunani.

Di Yunani, ketika PM nya mau diusulkan jadi presiden ditolak oleh parlemen dan kemudian diyakini berdamapak pada ekonomi Eropa yang masih lemah.

"Kita melihat bahwa nilai tukar di dunia hampir semuanya melemah terutama juga karena faktor perkembangan di Eropa harga minyak yang kembali jatuh dan di akhir tahun kemarin (30 Desember) mata uang Rusia satu hari turun sampai 7pct," paparnya.

Jadi, menurut Agus, itu menunjukkan kondisi yang harus diwaspadai. Namun, BI memahami bahwa dunia melihat Indonesia ada kelemahan di inflasi ataupun neraca perdagangan.

"Tahun ini akan lebih baik dan kami meyakini langkah yang di ambil pemerintah beberapa bulan terakhir akan membuahkan hasil. Diharapkan ada upaya untuk terus melakukan perbaikan struktural," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Menang Undian Tabungan...
Menang Undian Tabungan Dahsyat MNC Bank, Nasabah Manfaatkan untuk Kuliah Anak
18 menit yang lalu
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
1 jam yang lalu
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
2 jam yang lalu
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
2 jam yang lalu
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
2 jam yang lalu
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
5 jam yang lalu
Infografis
TNI Jaga Kejaksaan,...
TNI Jaga Kejaksaan, Ada Perseteruan Penegak Hukum?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved