China Serbu Pasar Mobil Listrik Dunia: Berapa Subsidi yang Diberikan?

Sabtu, 30 November 2024 - 08:13 WIB
loading...
China Serbu Pasar Mobil...
China, sebagai negara dengan populasi terbesar di dunia telah memimpin langkah besar dalam mengembangkan industri mobil listrik. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - China , sebagai negara dengan populasi terbesar di dunia telah memimpin langkah besar dalam mengembangkan industri mobil listrik. Pemerintah negara ini telah mengalokasikan dana yang sangat besar untuk mendorong adopsi kendaraan listrik dan energi baru (NEV).

Berdasarkan laporan, dalam kurun waktu lebih dari 10 tahun, China telah menginvestasikan sekitar Rp3.803 triliun untuk pengembangan sektor mobil listriknya, dengan tujuan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengatasi masalah polusi udara yang semakin memburuk. Langkah-langkah tersebut bukan hanya untuk mendukung industri dalam negeri tapi juga berperan penting mengurangi gas rumah kaca serta meningkatkan kualitas lingkungan.

Subsidi dan Insentif untuk Pembelian Kendaraan Listrik

Salah satu strategi utama yang diterapkan oleh pemerintah China adalah memberikan subsidi dan insentif kepada konsumen dan produsen kendaraan listrik. Subsidi ini dirancang untuk menarik lebih banyak konsumen agar beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik yang ramah lingkungan.

Baca Juga: Rusia dan Iran Buang Dolar, 96% Transaksi Gunakan Mata Uang Lokal

Pada 2024 dan 2025, subsidi yang diberikan cukup besar, dengan pembeli kendaraan NEV dibebaskan dari pajak pembelian hingga 30 ribu yuan, yang setara dengan sekitar Rp62,4 juta per kendaraan. Subsidi ini bertujuan untuk mempercepat transisi menuju kendaraan listrik, mendorong konsumen agar lebih tertarik untuk memilih mobil ramah lingkungan meskipun harga mobil listrik cenderung lebih tinggi daripada mobil konvensional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
TikTok soal Kabar PHK...
TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
Militer China Mempromosikan...
Militer China Mempromosikan 2 Jenderal Baru setelah Banyak yang Dipecat karena Korupsi
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Rekomendasi
FIFA Izinkan Pemain...
FIFA Izinkan Pemain Amerika Serikat yang Dikartu Merah Tampil Lawan Belgia?
Jakarta Menuju Kota...
Jakarta Menuju Kota Global, Ida Fauziyah: Empat Pilar Kebangsaan Jangan Dilupakan
Teror Petasan Sasar...
Teror Petasan Sasar Hotel Pemain Timnas Inggris Jelang Lawan Meksiko
Berita Terkini
Babak Baru Perang Energi:...
Babak Baru Perang Energi: OPEC+ Siap Banjiri Pasar Global, Siap-siap Harga Minyak Makin Ambles
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved