Kebijakan Perdagangan Dinilai Masih Ada Time Lag

Minggu, 04 Januari 2015 - 18:12 WIB
Kebijakan Perdagangan...
Kebijakan Perdagangan Dinilai Masih Ada Time Lag
A A A
JAKARTA - Pengamat Ekonomi Ichsanuddin Noorsy mengungkapkan masih terdapat beberapa faktor yang masih akan meningkatkan laju inflasi pada tahun 2015. Dia mengatakan penyebabnya muncul dari melalui faktor eksternal maupun internal dalam negeri.

Ichsan menurturkan dari dalam negeri salah satunya adalah faktor penerapan kebijakan oleh pemerintah.

"Internal ada tiga faktor, pertama ada timelag, yaitu satu periode waktu yang dibutuhkan antara saat kebijakan yang diterbitkan dan sampai aplikasi penerapannya di pasar ada timelag, periode waktu dalam satu rentang waktu," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (4/1/2015).

Sedangkan dari faktor eksternal terdapat tiga penyebab yang mempengaruhi tingkat inflasi Indonesia.

"Dari eksternal ada tiga penyebab, pertama situasi ekonomi internasional masih dalam kecamuk peperangan ekonomi yang belum jelas arah pemulihannya. Dibuktikan dengan harga minyak dunia belum stabil dan suku bunga The Fed dampaknya inflasi kepada kita," jelasnya.

Penyebab lainnya adalah informasi negatif atau pesan negatif yang muncul dari pemerintah antara tidak kompaknya atau tidak terkoordinasi pada kebijakan antara satu kementerian dengan kementerian yang lainnya.

"Dalam hal perbedaan tentang harga minyak, pembakaran kapal, yang paling menarik antara janji revolusi menyal, trisakti, dan nawacita tidak muncul," pungkasnya.
(dol)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Kemnaker Wajibkan Perusahaan...
Kemnaker Wajibkan Perusahaan Mitra MagangHub 2026 Terdaftar di WLKP
4 menit yang lalu
Bittime Sambut Roadmap...
Bittime Sambut Roadmap IAKD OJK, Langkah Strategis Perkuat Industri Aset Digital
24 menit yang lalu
B50 Bawa RI Tak Lagi...
B50 Bawa RI Tak Lagi Impor Solar, Prabowo Klaim Hemat Devisa Rp170 Triliun
57 menit yang lalu
IHSG Ditutup Menguat...
IHSG Ditutup Menguat Tipis, Rupiah Masih Bertengger di Atas Rp18.000
1 jam yang lalu
Prabowo Sentil Pihak...
Prabowo Sentil Pihak yang Tolak B50, Ungkap Mereka Ambil Komisi Impor BBM
2 jam yang lalu
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Irit BBM, Hemat Pengeluaran untuk Penggunaan Harian
2 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved