BI: Defisit Transaksi Berjalan 2015 Masih Akan Besar

Senin, 05 Januari 2015 - 05:05 WIB
BI: Defisit Transaksi...
BI: Defisit Transaksi Berjalan 2015 Masih Akan Besar
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indoensia (BI) Agus Martowardojo mengemukakan, current account deficit (CAD) atau defisit transaksi berjalan pada 2015 masih akan besar.

"Kalau yang lalu impor BBM besar untuk sesuatu yang konsumtif, sekarang mungkin akan ada impor untuk sesuatu yang pembangunan infrastruktur pabrik yang lebih produktif," jelas Agus, pada akhir pekan.

Menurutnya, untuk mengimbangi itu Indonesia harus banyak melakukan investasi yang diarahkan terhadap ekspor.

"Sementara itu, terkait inflasi yang tinggi, kita juga perlu mewaspadai neraca perdagangan yang juga defisit lagi, dan kita tahu bahwa sebelumnya defisit sempat positif. Tapi, kemudian defisit lagi‎," papar Agus.

BI menyambut baik kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah yang intinya bukan hanya kebijakan jangka pendek, tapi juga kebijakan yang sifatnya struktural.

"Saya melihat inflasi tinggi juga ada neraca perdagangan yang defisit harus dijadikan satu target untuk bisa dikendalikan secara lebih baik," terangnya.

Agus meyakini bahwa transaksi berjalan pada 2014 menunjukkan kondisi ke arah yang lebih baik menuju di bawah 3%.

Namun, pada 2015 harus diupayakan untuk terus ada di level berkesinambungan, yaitu di kisaran minus 2,5% - 3%.

Tahun ini, akan lebih baik dan kami meyakini langkah yang diambil pemerintah beberapa bulan terakhir akan membuahkan hasil. Diharapkan ada upaya untuk terus melakukan perbaikan struktural.

"Namun kita paham pemerintah ingin menyehatkan pengelolaan energi dan pangan. Itu bisa dikeluarkan aturan yang menyesuaikan harga listrik, harga BBM dan ini berdampak pada inflasi juga," tandasnya.

Jadi, BI ingin berkoordinasi untuk mencapai target inflasi jangka panjang. BI juga mesti menjaga supaya inflasi 2015 cepat terkendali dan kembali pada level yang direncanakan yakni 4 plus minus 1 persen.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Berita Terkini
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
15 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
44 menit yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
1 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Momen Besar yang Guncang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved