Prakarsa Perdagangan Liberal Jadikan RI Target Pasar

Senin, 05 Januari 2015 - 11:47 WIB
Prakarsa Perdagangan...
Prakarsa Perdagangan Liberal Jadikan RI Target Pasar
A A A
JAKARTA - Pengamat ekonomi Andri Asmoro mengungkapkan, bahwa perdagangan liberal melalui prakarsa International Trade Facilitation yang dibuat Gita Wirjawan saat menjabat Menteri Perdagangan (Mendag) membuat Indonesia menjadi target pasar.

Dia mengatakan, persetujuan tersebut membuat kita menjadi yang diutamakan ketika membuka keran impor.

"Penandatanganan itu sudah ada agreement (persetujuan) untuk bisa kita melakukan impor dengan mudah. Mereka tidak mengalihkan ekspornya ke negara lain, karena kita sudah nge-tag duluan," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Senin (5/1/2015).

Menurutnya, pada waktu itu tujuan perdagangan bebas untuk menjaga suplai komoditas dalam negeri.

"Dengan asumsi suplai tersebut datanya benar sudah cukup untuk bisa swasembada. Tetapi saya pernah melihat data beras dan menariknya surplus. Misalnya di Makassar surplus sedangkan di Jawa defisit sehingga bisa trade, tidak perlu impor," katanya.

Namun, dengan adanya impor, kata dia, dapat menekan harga komoditas yang sedang langka keberadaannya.

"Bisa menekan harga beras di sini kalau kurang, kalau suplai enggak mencukupi bisa karena gagal panen atau distribusi terganggu. Ya kalau misalnya tidak ada impor harga beras bisa meningkat," jelasnya.

Karena itu, kondisinya tergantung pads sisi suplai, kalau cukup tidak perlu impor, tantangannya kalau tidak cukup jangan menutup keran impor karena inflasi akan naik.

Menanggapi hal ini, Sindonews berusaha mengkonfirmasi Gita Wijawan melalui telepon selulernya. Namun, tidak dapat dihubungi.

(Baca: Prakarsa Gita Wirjawan Bangun Perdagangan Liberal Dikritik)
(izz)
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Penangkapan Kawanan...
Penangkapan Kawanan Pelaku TPPO di Banten
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap 28 Kasus TPPO dalam 20 Hari, 29 Pelaku Ditangkap
Gagalkan Perdagangan...
Gagalkan Perdagangan Orang ke Malaysia, Ditpolair Amankan Satu Nahkoda Speed Boat
Pakar Ekonom INDEF :...
Pakar Ekonom INDEF : Diversifikasi Produk Ekspor Langkah Tepat Mendag Budi Santoso
Ditreskrimum Polda Jateng...
Ditreskrimum Polda Jateng Bongkar Sindikat TPPO di Brebes, Korbannya Puluhan Orang
Berita Terkini
Ditampar Tarif Impor...
Ditampar Tarif Impor Baru Trump, IHSG Diramal Ambruk Lagi ke 6.150
1 jam yang lalu
Eropa Butuh Rp182,5...
Eropa Butuh Rp182,5 Triliun demi Mengamankan Pasokan 250 Kargo Gas Alam Cair
2 jam yang lalu
Tarif Impor Terbaru...
Tarif Impor Terbaru Trump Hantam Negara-negara Termiskin, Bagaimana Nasibnya
4 jam yang lalu
KAI Group Angkut 16,3...
KAI Group Angkut 16,3 Juta Penumpang Selama Angkutan Lebaran 2025
6 jam yang lalu
Harga Minyak Ikut Lunglai...
Harga Minyak Ikut Lunglai Terpukul Tarif Resiprokal Trump
7 jam yang lalu
Pascalebaran, Harga...
Pascalebaran, Harga Beras, Bawang, Cabai, hingga Daging Mulai Turun
8 jam yang lalu
Infografis
Jadi Target Rudal Houthi,...
Jadi Target Rudal Houthi, Kapal Induk AS Terpaksa Melarikan Diri
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved