Mendag: SRG Penting untuk Stabilitas Harga Komoditas

Senin, 05 Januari 2015 - 16:24 WIB
Mendag: SRG Penting...
Mendag: SRG Penting untuk Stabilitas Harga Komoditas
A A A
SUBANG - Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengatakan, sistem resi gudang (SRG) penting untuk menjaga stabilitas harga komoditas, terutama bahan pokok.

Seiring dengan kebijakan pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), Kemendag hari ini mencanangkan percepatan implementasi SRG di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

"Kemendag mengelola berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok serta barang penting, seiring dengan kebijakan pemerintah menurunkan harga BBM. Salah satu instrumen yang berperan penting mewujudkan stabilisasi harga adalah SRG," ujar Rachmat, dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/1/2015).

Lebih lanjut, dia mengatakan, SRG dapat menjadi salah satu instrumen pengukuran ketersediaan stok nasional, khususnya terkait dengan bahan pangan, seperti beras, gabah, dan jagung.

Hal ini dimungkinkan karena data ketersediaan stok di setiap gudang SRG, terintegrasi melalui suatu sistem informasi resi gudang (IS-WARE) yang dikelola pusat registrasi.

Melalui IS-WARE, pemerintah dapat mengetahui ketersediaan komoditas di setiap lokasi gudang SRG, sehingga dapat menjadi alat bantu bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan, terkait penyebaran (distribusi) dan penyediaan bahan pangan (impor) di daerah-daerah untuk menciptakan ketahanan pangan nasional.

"Melalui keterpantauan stok nasional oleh pemerintah, serta mekanisme tunda jual dan pembiayaan yang dilakukan oleh petani, maka SRG dapat berperan dalam mewujudkan stabilitas harga komoditas," jelasnya.

Rachmat menuturkan, intervensi pemerintah dalam pengendalian harga komoditas strategis, khususnya pangan seperti gabah, beras, dan jagung, dapat mulai dikurangi.

Hal ini dimungkinkan karena petani yang selama ini tidak memiliki posisi tawar, akan mampu menentukan jumlah pasokan komoditas di pasar, sehingga harga komoditas juga dapat mereka kendalikan sendiri.

Selain itu, lanjut dia, ketidakakuratan informasi ketersediaan pasokan dalam negeri juga dapat dihindari, sehingga kebijakan impor yang akan dilakukan pemerintah menjadi lebih tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat sasaran.

"SRG juga berperan penting sebagai sarana penyimpanan logistik dalam proses produksi, distribusi, dan konsumsi. Gudang SRG tersebut dapat menjadi infrastruktur penting dalam pengoperasian supply chain (mata rantai pasok), untuk penciptaan program pengadaan dan penyaluran logistik secara nasional," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Komunitas Jurnalis Bandung...
Komunitas Jurnalis Bandung Berbagi Sembako Guna Semangati Nakes
Polsek Medan Baru Salurkan...
Polsek Medan Baru Salurkan Sembako Kepada Warga Kelurahan Sari Rejo
Bantu Tenaga Medis dan...
Bantu Tenaga Medis dan Karyawan, OMNI Hospitals Gelar Bazar Sembako Murah
Bantu Warga, Program...
Bantu Warga, Program Tebus Sembako Murah SandiUno Sasar Warga Sidoarjo
Ramadhan & Idul Fitri...
Ramadhan & Idul Fitri 2021, BUMN Ini Luncurkan Paket Sembako Murah
Harga Sembako di Kabupaten...
Harga Sembako di Kabupaten Gowa Mulai Merangkak Naik
Berita Terkini
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
3 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 menit yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
14 menit yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
14 menit yang lalu
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved