Pengusaha Hotel Temui Wapres Terkait Larangan MICE

Selasa, 06 Januari 2015 - 23:28 WIB
Pengusaha Hotel Temui...
Pengusaha Hotel Temui Wapres Terkait Larangan MICE
A A A
JAKARTA - Badan Pengurus Pusat (BPP) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menemui Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) terkait larangan MICE (meetings, incentives, conferences, and exhibitions) di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (6/1/2015).

Badan Pengurus Pusat (BPP) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menemui Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (6/1/2015).

Dalam pertemuan tersebut hadir Ketua Umum BPP PHRI Yanti Sukamdani, Sekjen PHRI Kosmian, Wakil Ketum Hariyadi Sukamdani, Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga, Ketua PHRI Jawa Barat Herman dan Ketua PHRI Sumbar Allan.

Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga mengemukakan, dalam pertemuan tersebut BPP membahas kebijakan larangan PNS rapat di hotel. Di mana hasilnya menyimpulkan jika PNS tidak dilarang rapat melainkan diminta memaksimalkan pemanfaatan ruangan rapat yang dimiliki dinas dan kantor pemerintahan.

Tak hanya itu, kata Anggiat, PNS hanya diminta melakukan langkah-langkah efisiensi guna menghemat anggaran belanja negara, jika tidak perlu rapat tiadakan rapatnya dan bila perlu gunakan teknologi teleconference sehingga tidak mutlak harus rapat formal. Sehingga, anggaran perjalanan dan anggaran pertemuan bisa dipangkas (cut off).

Menurut Anggiat, Jusuf Kalla menyatakan, jika pemerintah menyadari bahwa kebijakan ini punya dampak luas, akan tetapi ini harus dilakukan agar mampu menghemat anggaran karena negara butuh dana untuk membangun infrastruktur.

"Wapres meminta agar perhotelan tidak perlu khawatir karena pemerintah menaikkan anggaran kontraktor tiga kali lipat. Sehingga mobilisasi para kontraktor menjadi potensi untuk tamu penghuni hotel," ujarnya.

"Demikian pemerintah juga akan menaikkan anggaran promosi pariwisata Indonesia, serta infrastruktur bandara dan jalan sehingga akan memicu arus kunjungan ke daerah-daerah," lanjut Anggiat.

General Manager Grand Clarion Hotel Makassar ini menyampaikan pula pesan JK, jika ekonomi Indonesia membaik, yakinlah ke depan tidak ada masalah.

Momentum ini menjadi momen untuk melakukan moratorium pembangunan hotel, karena JK melihat pertumbuhan hotel di Indonesia sudah over supply.

"Apa yang menjadi pertemuan dengan Wapres belum memberikan angin segar bagi PHRI, karena apa yang dibicarakan masih bersifat sementara hotel harus terus beroperasi dan menghidupi ribuan orang," paparnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PPKM Bikin Tingkat Hunian...
PPKM Bikin Tingkat Hunian Hotel di Makassar Anjlok
Ribuan Hotel Sempat...
Ribuan Hotel Sempat Tutup Saat PSBB, PHRI: Okupansi Saat Weekand Tembus 50%
Hotelier Cycling Community...
Hotelier Cycling Community Gowes Sambil Berbagi ke Panti Asuhan
PHRI Sulsel Dukung Gelaran...
PHRI Sulsel Dukung Gelaran F8, Hotel Kompak Siapkan Program Khusus
PHRI Sulsel Bakal Gelar...
PHRI Sulsel Bakal Gelar Seminar Bisnis, Hadirkan James Gwee
Zaman Lagi Susah, PHRI...
Zaman Lagi Susah, PHRI Usul Kewajiban Bayar Royalti Diterapkan Setelah Pandemi
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
43 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pengusaha Sukses...
10 Pengusaha Sukses yang Memulai Bisnis di Usia 50 Tahun ke Atas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved