Perdana Karya Incar 8 Kontrak Migas Rp450 M

Rabu, 07 Januari 2015 - 10:00 WIB
Perdana Karya Incar...
Perdana Karya Incar 8 Kontrak Migas Rp450 M
A A A
JAKARTA - PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) sepanjang tahun ini mengincar delapan kontrak baru di bidang konstruksi jasa minyak dan gas bumi (migas) dengan nilai Rp450 miliar.

Direktur Administrasi & Keuangan Perdana Karya Perkasa Untung Haryono mengatakan, target tersebut sejalan dengan rencana pergantian lini bisnis utama dari pertambangan batu bara menjadi konstruksi jasa minyak dan gas bumi. Setelah kajian internal rampung, perusahaan akan meminta persetujuan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pergantian bisnis utama tersebut.

“Kami sedang melakukan kajian internal dahulu. Setelah selesai, baru kami minta izin ke otoritas untuk ganti lini bisnis utama. Kami yakin, mereka (OJK dan BEI) setuju,” kata Untung di Jakarta kemarin. Dia mengakui, Perdana Karya mengincar delapan kontrak baru di 2015 yang bergerak di bidang konstruksi jasa minyak dan gas bumi. Dari delapan kontrak, ada dua kontrak yang sudah jelas akan diikuti tendernya oleh perseroan pada 2015.

“Dua kontrak jasa konstruksi migas tersebut adalah proyek dari PT Technip Indonesia senilai Rp42 miliar dan Chevron Indonesia dengan nilai kontrak sebesar Rp48 miliar,” papar Untung. Selain dua kontrak tersebut, perusahaan juga sedang mengincar beberapa kontrak lainnya.

Seperti kontrak dari Vico Indonesia dan Eni Muara Bakau. Jika dihitung secara konsolidasi, nilai kontrak baru yang diincar hingga penghujung tahun 2015 itu mencapai Rp450 miliar. Vice President Investment Quant Kapital Investama Hans Kwee dalam risetnya menyatakan, emiten batu bara dituntut mendiversifikasi usaha agar bisa mendapatkan nilai tambah dari lini bisnis lain.

Hal ini disebabkan masih tertekannya harga komoditas energi sepanjang tahun 2015. “Paling bagus diversifikasi ke bisnis pembangkit listrik karena akan terintegrasi dengan batu bara. Bisnis ini memiliki prospek yang menjanjikan karena pasokan listrik masih kurang,” ungkapnya.

Heru febrianto
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved