Prediksi Harga BBM Turun Lagi Belum Tentu Terealisasi
Rabu, 07 Januari 2015 - 18:30 WIB
Prediksi Harga BBM Turun Lagi Belum Tentu Terealisasi
A
A
A
JAKARTA - Wakil Direktur ReforMiners Institute, Komaidi Notonegoro mengatakan, meski harga bahan bakar minyak (BBM) RON 88 atau premium diprediksi turun lagi pada awal Februari, namun belum tentu terealisasi melihat nilai tukar rupiah yang relatif tertekan.
"Tergantung nilai tukar rupiah, kalau stabil ada peluang untuk menaikan. Tapi, kalau terdepresiasi ada kemungkinan tetap," ujarnya, kepada Sinso di Jakarta, Rabu (7/1/2015).
Menanggapi penghapusan premium, Komaidi menilai, langkah yang harus dilakukan dalam waktu 6 bulan adalah menyelesaikan masalah teknis antara pemerintah dengan Pertamina.
Namun, belum lama ini Pertamina mengatakan bahwa penghapusan premium tidak dapat dilakukan jika hanya diberikan waktu 5-6 bulan.
"Tapi, kalau tim menyampaikan Pertamina sanggup. Maka dikembalikan lagi kepada pemerintah dan Pertamina," imbuhnya.
Kendati demikian, lanjut Komaidi, jika dilihat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015, volume BBM ditetapkan sebesar 48 juta kiloliter (kl) dan premium volumenya sebesar 35-40 juta kl.
"Volume itu tentu kalau diganti dengan pertamax tidak mudah memerlukan waktu yang lama," terangnya.
Di sisi lain, penghapusan premium mempunya hal baik karena premium diganti pertamax . Di mana dari sisi kualitas dan lingkungan, jauh lebih baik ketimbang premium.
"Idealnya kalau masyarakat daya belinya bagus, maka juga akan bagus. Tapi, setiap orang melihatnya berbeda-beda," tandas Komaidi.
(Baca: Harga Premium Diprediksi Turun Lagi Februari)
"Tergantung nilai tukar rupiah, kalau stabil ada peluang untuk menaikan. Tapi, kalau terdepresiasi ada kemungkinan tetap," ujarnya, kepada Sinso di Jakarta, Rabu (7/1/2015).
Menanggapi penghapusan premium, Komaidi menilai, langkah yang harus dilakukan dalam waktu 6 bulan adalah menyelesaikan masalah teknis antara pemerintah dengan Pertamina.
Namun, belum lama ini Pertamina mengatakan bahwa penghapusan premium tidak dapat dilakukan jika hanya diberikan waktu 5-6 bulan.
"Tapi, kalau tim menyampaikan Pertamina sanggup. Maka dikembalikan lagi kepada pemerintah dan Pertamina," imbuhnya.
Kendati demikian, lanjut Komaidi, jika dilihat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015, volume BBM ditetapkan sebesar 48 juta kiloliter (kl) dan premium volumenya sebesar 35-40 juta kl.
"Volume itu tentu kalau diganti dengan pertamax tidak mudah memerlukan waktu yang lama," terangnya.
Di sisi lain, penghapusan premium mempunya hal baik karena premium diganti pertamax . Di mana dari sisi kualitas dan lingkungan, jauh lebih baik ketimbang premium.
"Idealnya kalau masyarakat daya belinya bagus, maka juga akan bagus. Tapi, setiap orang melihatnya berbeda-beda," tandas Komaidi.
(Baca: Harga Premium Diprediksi Turun Lagi Februari)
(dmd)
Lihat Juga :