Jokowi Diminta Tak Gegabah Tentukan Dirjen Pajak
Kamis, 08 Januari 2015 - 13:32 WIB
Jokowi Diminta Tak Gegabah Tentukan Dirjen Pajak
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta tidak gegabah menentukan calon dirjen pajak hasil seleksi Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Pasalnya, nama-nama yang diloloskan panitia seleksi (Pansel) memiliki rapot merah.
"Presiden Joko Widodo tidak terburu-buru memilih dirjen pajak. Karena dari tujuh nama calon dirjen pajak, ada yang memiliki track record buruk," kata Mantan Kepala Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (7/1/2015).
Mantan tim sukses Jokowi-JK ini mengkui, selama dirinya berada di tiga kabinet era Soeharto, Habibie dan Megawati, lembaga yang paling ruwet dan sulit dibenahi adalah Ditjen Pajak, Ditjen Imigrasi dan Ditjen Bea dan cukai.
"Agar Ditjen Pajak bersih dari korupsi, maka lembaga ini harus memiliki sistim yang terintegrasi," katanya.
Sekadar diketahui, tujuh nama yang diloloskan Pansel adalah Catur Rini Widosari, Sigit Priadi P, Suryo Utomo, Poltak Maruli Jhon Liberty Hutagaol, Puspita Wulandari, Ken Dwijusetiadi, dan Rida Handanu.
Pasalnya, nama-nama yang diloloskan panitia seleksi (Pansel) memiliki rapot merah.
"Presiden Joko Widodo tidak terburu-buru memilih dirjen pajak. Karena dari tujuh nama calon dirjen pajak, ada yang memiliki track record buruk," kata Mantan Kepala Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (7/1/2015).
Mantan tim sukses Jokowi-JK ini mengkui, selama dirinya berada di tiga kabinet era Soeharto, Habibie dan Megawati, lembaga yang paling ruwet dan sulit dibenahi adalah Ditjen Pajak, Ditjen Imigrasi dan Ditjen Bea dan cukai.
"Agar Ditjen Pajak bersih dari korupsi, maka lembaga ini harus memiliki sistim yang terintegrasi," katanya.
Sekadar diketahui, tujuh nama yang diloloskan Pansel adalah Catur Rini Widosari, Sigit Priadi P, Suryo Utomo, Poltak Maruli Jhon Liberty Hutagaol, Puspita Wulandari, Ken Dwijusetiadi, dan Rida Handanu.
(izz)
Lihat Juga :