PTSP Dorong Pembangunan Pembangkit 35.000 MW

Jum'at, 09 Januari 2015 - 16:23 WIB
PTSP Dorong Pembangunan...
PTSP Dorong Pembangunan Pembangkit 35.000 MW
A A A
JAKARTA - Pemerintah menegaskan bahwa perizinan terpadu satu pintu (PTSP) akan mendorong pembangunan proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW) dalam jangka waktu 5 tahun ke depan.

Adapun pusat pelayanan perizinan satu pintu akan diberlakukan pada 15 Januari 2015 di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Salah satu service yang dilayani adalah perizinan kelistrikan. Dengan demikian, kami optimistis pembangunan pembangkit 35.000 mw akan tercapai," ungkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (9/1/2015).

Menurut Sudirman, butuh upaya kolektif dalam mengimplementasikan pembangunan pembangkit 35.000 MW. Saat ini, PT PLN (persero) mempunyai 38.000 MW listrik terpasang, yang sebagian melayani masyarakat.

"Sementara untuk 35.000 MW, yang akan dibangun oleh PLN 10.000 MW dan sisanya dibangun IPP (indepent power producer)," kata dia.

Selain berperan merealisaikan pembangunan pembangkit listrik 10.000 MW, PLN juga berperan dalam memperbaiki transmisi dan distribusi listrik.

Dengan demikian, Sudirman meminta pengambang swasta yang telah mempunyai pembangkit listrik dipersilahkan mengajukan proposal kepada Kementerian ESDM untuk mengikuti penunjukan langsung tanpa proses lelang (tender).

"Mereka yang sudah mempunyai proyek listrik tinggal ajukan proposal saja, tidak perlu tender karena akan ditunjuk langsung," ujar dia.

Proses percepatan proyek pembangkit listrik 35.000 mw ini telah mendapatkan dukungan penuh dari Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri Koordinator Kemaritiman. Bahkan, langkah ini telah didukung penuh oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Di sisi lain, pemerintah juga akan membentuk tim percepatan pembangkit listrik 35.000 mw terdiri dari Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Agraria, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Dalam Negeri dan Bappenas.

"Tidak hanya itu, saya juga telah bicara dengan TNI AD memberikan back up dengan memberikan pendekatan khusus saat penyediaan tanah khususnya bagi daerah yang sulit ditembus," ungkapnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kini, Pelayanan Perizinan...
Kini, Pelayanan Perizinan di BP Batam Cukup Dilakukan Direktur PTSP
Tarik Investor Migas,...
Tarik Investor Migas, Kementerian ESDM Pangkas Perizinan
Sistem Pelayanan Satu...
Sistem Pelayanan Satu Pintu DKI Jakarta Bakal Diterapkan di Kerajaan Kamboja
BKPM Minta PTSP Diperkuat...
BKPM Minta PTSP Diperkuat dan Tidak Berbelit-belit untuk Investor
Permudah Akses Dana...
Permudah Akses Dana Bergulir, LPDB-KUMKM Melayani di Pos Pengaduan PTSP Kementerian Koperasi
Sektor Migas Bebas Aturan...
Sektor Migas Bebas Aturan DHE dan Ekspor Satu Pintu, Ini Penjelasannya
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
11 menit yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
25 menit yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
26 menit yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
39 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
52 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Infografis
Progres Pembangunan...
Progres Pembangunan MRT Fase 2A Bundaran HI-Kota Capai 33,36%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved