Terungkap Kendala Pembangunan Smelter di Indonesia
Rabu, 10 November 2021 - 13:10 WIB
loading...
Terungkap beberapa kendala yang dialami sejumlah perusahaan dalam pembangunan smelter di Indonesia. Setidaknya ada puluhan perusahaan tambang yang mengalaminya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Terungkap beberapa kendala yang dialami sejumlah perusahaan dalam pembangunan smelter di Indonesia. Adapun kendala yang dihadapi meliputi perizinan, lahan, pendanaan, pasokan energi, dan isu lainnya.
Direktur Jenderal Minerba Kementerian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) , Ridwan Djamaluddin mengatakan, ada lima perusahaan yang mengalami kendala perizinan terkait Hak Guna Bangunan (HGB), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dan lainnya.
"Setidaknya ada 5 perusahaan yang kami identifikasi mengalami kendala izin ," ujar Ridwan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (10/11/2021).
Selanjutnya, ada 4 perusahaan yang terkendala lahan terkait pembebasan lahan dan rencana tata ruang dan wilayah. Baca Juga: Terkendala Dana dan Listrik, 2 Smelter Belum Bisa Beroperasi
Terkait pendanaan, lanjut Ridwan, ada 12 perusahaan yang terkendala pembiayaan pembangunan smelter. Dari 12 perusahaan tersebut, 8 di antaranya merupakan perusahaan smelter nikel. Adapun dana pembangunan yang dibutuhkan berkisar USD4,5 miliar.
Direktur Jenderal Minerba Kementerian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) , Ridwan Djamaluddin mengatakan, ada lima perusahaan yang mengalami kendala perizinan terkait Hak Guna Bangunan (HGB), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dan lainnya.
"Setidaknya ada 5 perusahaan yang kami identifikasi mengalami kendala izin ," ujar Ridwan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (10/11/2021).
Selanjutnya, ada 4 perusahaan yang terkendala lahan terkait pembebasan lahan dan rencana tata ruang dan wilayah. Baca Juga: Terkendala Dana dan Listrik, 2 Smelter Belum Bisa Beroperasi
Terkait pendanaan, lanjut Ridwan, ada 12 perusahaan yang terkendala pembiayaan pembangunan smelter. Dari 12 perusahaan tersebut, 8 di antaranya merupakan perusahaan smelter nikel. Adapun dana pembangunan yang dibutuhkan berkisar USD4,5 miliar.
Lihat Juga :