ESDM Minta Tambahan Anggaran Rp5 T di APBNP 2015
Senin, 12 Januari 2015 - 12:07 WIB
ESDM Minta Tambahan Anggaran Rp5 T di APBNP 2015
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta tambahan Rp5 triliun dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015.
Seperti diketahui, pemerintah pekan ini akan mengajukan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) APBNP 2015 kepada DPR.
"Pagi ini rapim (rapat pimpinan) memberikan penjelasan keseluruhan budget tahun depan dalam APBNP seperti apa," ucap Menteri ESDM Sudirman Said di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (12/1/2015).
Dia menjelaskan, sebelumnya dalam APBN 2015 alokasi anggaran belanja modal untuk Kementerian ESDM sebesar Rp4,9 triliun, dan bertambah dua kali lipat menjadi Rp9,8 triliun setelah penghematan dari subsidi BBM.
"Ini tergantung persetujuan DPR (tambahan Rp5 triliun). Jadi Rp5 triliun untuk belanja barang dan pegawai, dan Rp9,8 triliun untuk belanja modal," terangnya.
Menurut Sudirman, penambahan belanja modal itu akan dialokasikan untuk proyek migas, kelistrikan, serta energi baru dan terbarukan (EBTKE).
"Listrik support untuk transmisi, gardu induk, pelistrikan 48 titik terluar di Indonesia yang terpencil, infrastruktur gas rumah tangga, konversi BBM ke BBG, dan bangun jaringan gas rumah tangga," tutur dia.
Pihaknya ingin menghindari serapan anggaran yang rendah seperti yang lalu. Sebab itu, dirinya memanggil seluruh pejabat eselon di lingkungan Kementerian ESDM untuk membicarakan mengenai percepatan tersebut.
"Kita ingin menghindari serapan yang rendah yang kemarin terjadi. Seluruh leader diajak bicara untuk melakukan percepatan. Menekankan perlunya belajar dari pengalaman tahun lalu," tandasnya.
Sekadar informasi, Kementerian ESDM hari ini menggelar rapim untuk membahas mengenai alokasi anggaran dalam APBNP 2015.
Seperti diketahui, pemerintah pekan ini akan mengajukan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) APBNP 2015 kepada DPR.
"Pagi ini rapim (rapat pimpinan) memberikan penjelasan keseluruhan budget tahun depan dalam APBNP seperti apa," ucap Menteri ESDM Sudirman Said di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (12/1/2015).
Dia menjelaskan, sebelumnya dalam APBN 2015 alokasi anggaran belanja modal untuk Kementerian ESDM sebesar Rp4,9 triliun, dan bertambah dua kali lipat menjadi Rp9,8 triliun setelah penghematan dari subsidi BBM.
"Ini tergantung persetujuan DPR (tambahan Rp5 triliun). Jadi Rp5 triliun untuk belanja barang dan pegawai, dan Rp9,8 triliun untuk belanja modal," terangnya.
Menurut Sudirman, penambahan belanja modal itu akan dialokasikan untuk proyek migas, kelistrikan, serta energi baru dan terbarukan (EBTKE).
"Listrik support untuk transmisi, gardu induk, pelistrikan 48 titik terluar di Indonesia yang terpencil, infrastruktur gas rumah tangga, konversi BBM ke BBG, dan bangun jaringan gas rumah tangga," tutur dia.
Pihaknya ingin menghindari serapan anggaran yang rendah seperti yang lalu. Sebab itu, dirinya memanggil seluruh pejabat eselon di lingkungan Kementerian ESDM untuk membicarakan mengenai percepatan tersebut.
"Kita ingin menghindari serapan yang rendah yang kemarin terjadi. Seluruh leader diajak bicara untuk melakukan percepatan. Menekankan perlunya belajar dari pengalaman tahun lalu," tandasnya.
Sekadar informasi, Kementerian ESDM hari ini menggelar rapim untuk membahas mengenai alokasi anggaran dalam APBNP 2015.
(izz)
Lihat Juga :