Himajaya Minta Jonan Bertanggung Jawab Kecelakaan AirAsia
Senin, 12 Januari 2015 - 17:53 WIB
Himajaya Minta Jonan Bertanggung Jawab Kecelakaan AirAsia
A
A
A
JAKARTA - Puluhan mahasiswa yang menamakan dirinya Himpunan Mahasiswa Jakarta Raya (Himajaya) meminta Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan bertanggung jawab atas jatuhnya AirAsia QZ8501.
Hal itu dikatakan Himajaya saat menggelar demonstrasi di depan gedung Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hari ini, dan meminta agar Jonan mundur dari jabatannya.
"Menhub harus bertanggung jawab atas kecelakaan AirAsia. Dia harus mundur dari jabatan Menhub," kata Koordinator aksi Muhammad Nur Fikri dalam orasinya.
Kecelakaan pesawat yang mengangkut 155 penumpang serta 7 awak pesawat itu, menurut Nur Fikri adalah imbas dari adanya penyelewengan kekuasaan di otoritas penerbangan Indonesia.
"Apa mungkin kalau tidak punya izin pesawat AirAsia bisa terbang? Ini ada permainan. Dan pasti permainan tersebut diketahui Jonan," jelasnya.
Sebelumnya, Pengamat penerbangan Samudra Sukardi menyebut pesawat AirAsia QZ 8501 yang jatuh di Perairan Karimata sudah layak terbang dan sudah penuhi standar keselamatan.
Sukardi justru menduga ada ketidakberesan dalam regulasi penerbangan yang berada di tangan Kemenhub. Regulasi soal penerbangan yang dibuat Kemenhub dinilai semrawut.
"Regulator membuat regulasinya, kalau regulasinya semrawut maka operator dan penerbangannya bisa semrawut. Regulat harus menjalankan dan mengawasi karena airlines tidak mungkin tidak ikut regulasi," kata Sukardi.
Hal itu dikatakan Himajaya saat menggelar demonstrasi di depan gedung Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hari ini, dan meminta agar Jonan mundur dari jabatannya.
"Menhub harus bertanggung jawab atas kecelakaan AirAsia. Dia harus mundur dari jabatan Menhub," kata Koordinator aksi Muhammad Nur Fikri dalam orasinya.
Kecelakaan pesawat yang mengangkut 155 penumpang serta 7 awak pesawat itu, menurut Nur Fikri adalah imbas dari adanya penyelewengan kekuasaan di otoritas penerbangan Indonesia.
"Apa mungkin kalau tidak punya izin pesawat AirAsia bisa terbang? Ini ada permainan. Dan pasti permainan tersebut diketahui Jonan," jelasnya.
Sebelumnya, Pengamat penerbangan Samudra Sukardi menyebut pesawat AirAsia QZ 8501 yang jatuh di Perairan Karimata sudah layak terbang dan sudah penuhi standar keselamatan.
Sukardi justru menduga ada ketidakberesan dalam regulasi penerbangan yang berada di tangan Kemenhub. Regulasi soal penerbangan yang dibuat Kemenhub dinilai semrawut.
"Regulator membuat regulasinya, kalau regulasinya semrawut maka operator dan penerbangannya bisa semrawut. Regulat harus menjalankan dan mengawasi karena airlines tidak mungkin tidak ikut regulasi," kata Sukardi.
(izz)
Lihat Juga :