Masyarakat Minta Kemenhub Transparan Tarif Dasar Pesawat

Selasa, 13 Januari 2015 - 15:26 WIB
Masyarakat Minta Kemenhub...
Masyarakat Minta Kemenhub Transparan Tarif Dasar Pesawat
A A A
JAKARTA - Masyarakat meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk transparan mengenai tarif dasar pesawat, jika ingin menggolkan rencana penghapusan penerbangan berbiaya murah atau low cost carrier (LCC).

Seperti diketahui, pasca peristiwa nahas kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501, pemerintah melalui Kemenhub berencana menghapus penerbangan LCC, lantaran dinilai tidak mengutamakan keselamatan konsumen.

"Harusnya harga dasar dibuka ke publik, jadi publik tahu dong. Misalnya dari Jakarta ke Surabaya Rp300 ribu," ujar Adly kepada Sindonews, Selasa (13/1/2015).

Pria yang tengah mengenyam pendidikan di negeri Kanguru, Australia ini mengungkapkan, selama ini masyarakat dibuat bertanya mengenai tarif dasar dan normal dari sebuah perjalanan pesawat.

"Orang jadi tahu kalau tarif dasar ke Surabaya segitu normalnya," ucap dia.

Adly mengaku setuju dengan rencana penghapusan penerbangan bertarif miring tersebut, namun dengan syarat pemerintah memberikan patokan batas atas dan bawah dari harga tiket pesawat.

Kendati menyetujui rencana tersebut, namun dia menuturkan tarif mahal tidak menjadi faktor penentu keselamatan perjalanan. "Karena mau mahal tahu murah, pasti regulasi safety dari pemerintah sama dong," tegasnya.

Sementara itu, Hasan mengaku setuju dengan penghapusan tarif pesawat murah lantaran melihat maskapai murah yang dinilai sering mengabaikan keselamatan penumpang.

"Lagian setelah tahu beberapa fakta tentang maskapai murah yang menomor sekiankan keselamatan penumpang, jadi makin setuju terbang mahal. Terbang mahal saja kan kita masih was-was apalagi terbang murah," pungkas mahasiswa di salah perguruan tinggi Jakarta ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kerja Sama Mendukung...
Kerja Sama Mendukung Pertumbuhan Industri Penerbangan Helikopter di Indonesia
Tekad Pelaku Industri...
Tekad Pelaku Industri Penerbangan Non-Airline Pasca Asian Sky Forum 2024
Software Autocad Hadirkan...
Software Autocad Hadirkan Teknologi Peta 3D untuk Penerbangan
Kapan Bisnis Penerbangan...
Kapan Bisnis Penerbangan Pulih? Ini Proyeksi Moody's
Industri Penerbangan...
Industri Penerbangan RI Diramal Masih Sempoyongan Tahun Ini
Ini Alasan Mengapa Jendela...
Ini Alasan Mengapa Jendela Pesawat Memiliki Bentuk Oval
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
2 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
3 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
3 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved