Emas Melemah Terimbas Risiko Ekonomi Global

Rabu, 14 Januari 2015 - 10:02 WIB
Emas Melemah Terimbas...
Emas Melemah Terimbas Risiko Ekonomi Global
A A A
SINGAPURA - Emas Global diperdagangkan melemah di bawah level tertinggi dalam hampir 12 pekan karena investor mengkaji prospek ekonomi global di tengah jatuhnya harga minyak dan kekhawatiran zona Eropa terhadap prospek naiknya suku bunga Amerika Serikat (AS).

Emas untuk pengiriman segera diperdagangkan pada USD1.230,12 per ons pada pukul 09.24 pagi di Singapura dari sebelumnya USD1.230,64. Harga emas pada Selasa naik menjadi USD1.244,29, tertinggi sejak 23 Oktober 2014, sebelum berakhir terkoreksi 0,2% karena melemahnya euro.

Euro diperdagangkan mendekati level terendah sembilan tahun di tengah spekulasi Bank Sentral Eropa akan mulai membeli obligasi pada awal pekan depan untuk meghindari deflasi. Sementara Federal Reserve (The Fed) mempertimbangkan waktu penaikan suku bunga pertama sejak 2006.

Mata uang juga terluka akibat kekhawatiran akan keluanya Yunani dari zona Eropa. Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan global tahun ini seiring membaiknya ekonomi AS dan anjloknya harga minyak ke level terendah dalam hampir enam tahun di tengah perlambatan ekonomi Eropa ke China.

"Meningkatnya risiko ekonomi di Eropa, sebagian didorong ketidakpastian politik di Yunani, yang mendorong permintaan emas," kata analis Huatai Great Wall Futures Co Huang Wei seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (14/1/2015).

Menurut dia, perbedaan dalam kebijakan moneter antara AS dan Eropa akan mendorong dolar AS (USD) lebih tinggi terhadap euro dan akan sulit bagi logam mulia untuk mempertahankan reli.

Emas di Eropa tertahan di bawah level tertinggi sejak September 2013 setelah Menteri Keuangan Yunani Gikas Hardouvelis mengatakan bahwa Yunani bisa keluar dari zoa Eropa jika partai oposisi memenangkan pemilu pada 25 Januari 2015.

Emas di Comex New York untuk pengiriman Februari diperdagangkan pada USD1.234,20 per ons dari sebelumnya USD1.234,40, ketika kontrak berjangka teraktif naik menjadi USD1.244,50, tertinggi sejak 23 Oktober 2014.

Aset di SPDR Gold Trust tidak berubah untuk hari kedua kemarin setelah naik pada 9 Januari 2015.

Sementara perak untuk pengiriman segera diperdagangkan menjadi USD17,0753 per ons dari sebelumnya USD17,0524, platinum berada di USD1.241,38 per ons dari USD1.240,75 dan palladium turun 0,5% menjadi USD811,85 per ons.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Negara Penghasil...
10 Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia, Termasuk Indonesia
Negara-Negara Penghasil...
Negara-Negara Penghasil Harta Karun Emas Terbesar di Dunia
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Naik Rp3.000, Harga...
Naik Rp3.000, Harga Emas Nangkring di Level Rp932.000 per Gram
Awal Pekan Harga Si...
Awal Pekan Harga Si Kuning Mager dari Level Rp929.000 per Gram
Harga Emas Masih Bertengger...
Harga Emas Masih Bertengger di Rp932 Ribu per Gram
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
34 menit yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
49 menit yang lalu
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
1 jam yang lalu
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
1 jam yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
1 jam yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
2 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved