Alibaba Beli Saham AdChina

Kamis, 15 Januari 2015 - 11:03 WIB
Alibaba Beli Saham AdChina
Alibaba Beli Saham AdChina
A A A
SHANGHAI - Raksasa e-commerce China, Alibaba, akan membeli saham mayoritas AdChina untuk mengembangkan pemasaran online dan mobile. AdChina merupakan platform digital marketing di Negeri Panda.

“Alibaba membuat investasi strategis di AdChina,” ungkap pernyataan Alibaba, dikutip kantor berita AFP . Alibaba tidak menjelaskan rinci keuangan. Alibaba, yang terdaftar di Bursa Saham New York tahun lalu, menyatakan, kesepakatan itu akan mengizinkan perusahaan untuk menumbuhkan ekosistem online dan mobile marketing.

“Dua perusahaan juga akan mengembangkan jasa marketing online dan produk data marketing untuk bisnis, klien media, dan penyedia jasa pihak ketiga,” lanjut Alibaba. Alibaba sering disebut sebagai versi China untuk eBay dan, seperti perusahaan Amerika Serikat (AS), memiliki sistem pembayaran sendiri.

Alibaba juga tidak memiliki stok produk sendiri, tapi menghubungkan antara pembeli dan penjual. Platform perusahaan konsumen ke konsumen, Taobao, diperkirakan memegang lebih dari 90% pasar China dengan lebih 800 juta jenis barang dan sekitar 500 juta pengguna terdaftar. Pendiri Alibaba, Jack Ma, menunjukkan ambisi melampaui e-commerce, termasuk hiburan dan olahraga, membeli setengah saham di klub sepak bola China.

Alibaba Pictures Group pekan ini menyatakan telah mengakuisisi perusahaan film Hong Kong, Wong Kar-wai, untuk satu proyek film. Ini merupakan pertama kali Alibaba membeli saham mayoritas di perusahaan yang terdaftar di bursa Hong Kong dan mengubah namanya. Saham Alibaba ditutup turun 0,84% pada USD100,77 pada perdagangan di bursa Amerika Serikat (AS) pada Selasa (13/1) waktu setempat.

Oktober lalu Alibaba mendapat persetujuan otoritas untuk membentuk satu bank swasta. Persetujuan ini kian menegaskan ambisi Alibaba membesarkan perusahaannya melebihi sektor e-commerce. “Alibaba akan menjadi pemegang saham mayoritas dengan 30% saham di satu bank swasta yang didirikan di Provinsi Zhejiang, lokasi kantor pusat Alibaba,” ungkap pernyataan Komisi Regulator Perbankan China (CBRC), dikutip kantor berita AFP .

Alibaba telah mengguncang perbankan milik Pemerintah China dengan produk keuangan yang disebut Yuebao. Yuebao merupakan dana investasi yang menawarkan keuntungan lebih besar dibandingkan deposito perbankan pada umumnya.

Pemegang saham utama lain di bank yang baru dibentuk itu unit konglomerat milik privat, Fosun dengan 25% saham, perusahaan suku cadang automotif Wanxiang Group dengan 18%, dan perusahaan investasi Yintai dengan 16% saham. Listing Alibaba di Bursa Saham New York mengumpulkan total USD25 miliar, menjadikan penawaran saham perdana itu yang terbesar dalam sejarah.

Syarifudin
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
36 menit yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
1 jam yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
2 jam yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
2 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
2 jam yang lalu
Infografis
Konten Kreator Muslim...
Konten Kreator Muslim asal Israel Beli Paspor Rp2 Miliar demi Masuk Malaysia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved