Ini Tantangan Stabilitas Makro Ekonomi 2015

Kamis, 15 Januari 2015 - 19:23 WIB
Ini Tantangan Stabilitas...
Ini Tantangan Stabilitas Makro Ekonomi 2015
A A A
JAKARTA - Sejumlah risiko eksternal masih akan menjadi tantangan bagi stabilitas makro ekonomi nasional tahun ini.

"Risiko eksternal 2015 khususnya disebabkan tingginya volatilitas pasar keuangan global sejalan dengan kemungkinan kenaikan suku bunga Fed Fund Rate di AS dan anjloknya harga komoditas dunia," Kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara di Gedung BI, Jakarta, Kamis (15/1/2015).

Sebab itu, peng‎elolaan stabilitas makro ekonomi nasional di 2015 perlu dilakukan untuk menghadapi tantangan ketidakpastian normalisasi kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) serta pemulihan ekonomi global yang tidak sekuat perkiraan sebelumnya dan tidak merata.

Di satu sisi pemulihan ekonomi AS semakin solid, sementara pemulihan Eropa masih melambat. Di sisi lain, ekonomi China juga dalam tren melambat, sementara ekonomi Jepang masih dalam resesi.

Pemulihan ekonomi global yang melambat tersebut, yang disertai dengan penurunan harga minyak dunia seiring dengan melimpahnya pasokan minyak khususnya dari AS, pada gilirannya mendorong penurunan harga komoditas dunia secara signifikan.

Meningkatnya ketidakpastian normalisasi kebijakan moneter the Fed, terutama di paruh kedua 2014, yang disertai dengan penguatan dolar AS terhadap semua mata uang dunia juga semakin meningkatkan risiko pembalikan modal asing dari emerging markets, termasuk Indonesia.

"Ke depan, pemulihan ekonomi negara maju, khususnya AS, diperkirakan akan terus berlanjut di 2015, sehingga dapat menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia dari jalur perdagangan," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
29 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
53 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
59 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved