ARLI Nilai Dukungan Pemerintah Sangat Minim

Sabtu, 17 Januari 2015 - 04:31 WIB
ARLI Nilai Dukungan...
ARLI Nilai Dukungan Pemerintah Sangat Minim
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI), Safari Azis Husain mengungkapkan, selama ini peran pemerintah dalam meningkatkan daya saing produk rumput laut sangat minim.

Bahkan, dapat dikatakan sejumlah kebijakan yang dikeluarkan tidak mendorong daya saing. Tak hanya itu, pemerintah juga terlalu banyak ikut campur dengan mengeluarkan kebijakan tak berpihak pada petani maupun pengusaha.

Safari mencontohkan, dari sisi hulu pemerintah berjanji mendorong pengembangan rumput laut, tapi tidak disiapkan zonasi tata ruang. Akibatnya, jika ada kepentingan bisnis kebanyakan petani yang jadi tumbal.

"Kalau ada pengusaha mau bangun hotel, mau membangun pelabuhan dan PLN mau membangun di area pantai pasti petani rumput laut yang diminta untuk pindah," ujarnya, saat berkunjung ke Makassar, Jumat (16/1/2015).

Belum lagi, kata Pengusaha Runput Laut Sulsel ini, kalau pengusaha ada rencana membangun pabrik, pengurusan izinnya berbelit-belit. Karena banyak lembaga dan kementerian yang terlibat sehingga membutuhkan waktu lama dan biaya lebih besar.

"Untuk ekspor saja, masih diperdebatkan apakah rumput laut masuk kategori bahan baku atau olahan saja. Padahal, rumput laut merupakan tanaman sustainable atau berkelanjutan dan banyak menyerap tenaga kerja besar. Jangan hilirisasi saja yang digenjot, tapi dari hulu juga," tegasnya.

Meski terkendala kebijakan, Safari optomistis dapat menggenjot ekspor tahun ini dengan peningkatan 300% sampai 2019.

Hal itu didukung pula dengan kontribusi ekspor Sulsel setiap tahunnya sekitar 65,75% terhadap nasional dan diharapkan terus tumbuh.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Ajak Warga Kepulauan...
KKP Ajak Warga Kepulauan Seribu Budidaya Rumput Laut
Dorong Industrialisasi...
Dorong Industrialisasi Rumput Laut Nasional Demi Genjot Nilai Ekspor
Menteri Edhy Lepas Ekspor...
Menteri Edhy Lepas Ekspor 53,5 Ton Rumput Laut Spinosium ke Vietnam
Kembangkan Rumput Laut...
Kembangkan Rumput Laut di Kepulauan Seribu, Menteri Edhy: Jangan Cemas Soal Modal
Petani Nelayan Muda...
Petani Nelayan Muda Indonesia Dukung Hilirisasi Industri Rumput Laut di Nunukan
KKP Gandeng Perusahaan...
KKP Gandeng Perusahaan Kosmetik Kembangkan Turunan Rumput Laut
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
19 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
35 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
2 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden dan Ibu Negara...
5 Presiden dan Ibu Negara Miliki Perbedaan Usia Sangat Jauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved