Peluang RI Membuka Jalur Sutra Perdagangan

Sabtu, 17 Januari 2015 - 20:03 WIB
Peluang RI Membuka Jalur...
Peluang RI Membuka Jalur Sutra Perdagangan
A A A
JAKARTA - Kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam KTT APEC di China, pada November 2014, menjadi ajang untuk kembali membuka jalur sutra perdagangan yang pernah berjaya beberapa abad silam.

Chairman Badan Kerja Sama Jalur Sutra Baru Indonesia-China, Andi Asmara menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan pemerintah tidak hanya menjadi fasilitator bagi pengusaha asal China yang tertarik berinvestasi di Indonesia, tapi menjemput para ahli dari sana yang concern di bidang teknologi, penjernihan air, pembangkit, listrik, pertanian, perikanan dan lainnya.

"Sambutan baik ini datangnya dari Tiongkok (China), bukan kita menawar-nawarkan sesuatu kepada mereka. Kita ingin memasarkan apa yang kita miliki," ujar Andi di sela pengukuhan Pengurus Badan Kerja Sama Jalur Sutra Baru Indonesia-China Abad 21 di Auditorium RRI, Sabtu(17/1/2015).

Menurut Andi, konsep jalur sutra yang di usung negeri China adalah memperluas ekspansi mereka khususnya di bidang perekonomian.

Hal ini disebabkan jalur sutra terbagi atas dua jalur yakni darat dan laut yang dianggap menguntungkan. Apalagi konsep jalur sutra melalui laut akan memasuki wilayah Indonesia, yaitu selat Malaka dan Samudra Hindia.

"Indonesia seharusnya dapat memanfaatkan jalur ini dengan konsep tol laut yang dicanangkan oleh presiden Jokowi," kata Andi Asmara.

Sementara itu, Sekjen Badan Pelaksana Jalur Sutra Indonesia-China, Sri Rejeki berpendapat, dengan dicanangkannya konsep jalur sutra makin memantapkan posisi strategis RI di tengah kebijakan MEA 2015 (Masyarakat Ekonomi ASEAN).

Menurutnya, Indonesia tidak hanya pangsa pasar produk maupun investasi asal China, namun sudah menjadi sasaran stategis di antara negara-negara kawasan.

"Jumlah penduduk yang mencapai 250 juta serta pertumbuhan masyarakat kelas menengah yang cukup tinggi, tentu menjadi sasaran empuk tidak hanya asean tetapi juga dari tingkok," ujar Sri.

Sebelumnya, Menko bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo menuturkan, Indonesia akan tampil memperkuat jalur sutra yang hendak dibangkitkan pemerintah Tiongkok mengingat negeri tirai bambu memiliki cadangan devisa USD2,5 triliun.

Untuk mendukung investasi China di Indonesia, pemerintah menjanjikan perizinan dan penyediaaan lahan yang lebih mudah.
(dol)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gaet Mea Shahira, Eka...
Gaet Mea Shahira, Eka Winky Project Lahirkan Karya Baru
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan Keberlanjutan Kunci Pencapaian Target Cetak Biru MEA 2025
Subholding Gas Pertamina,...
Subholding Gas Pertamina, MEA dan WLI Baku Gandeng Penuhi Kebutuhan Listrik 30 MW
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
51 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved